Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNasionalNews

Likupang Tourism Festival 2026 Raih Apresiasi Menteri Pariwisata, Buktikan Likupang Layak Jadi Destinasi Unggulan

911
×

Likupang Tourism Festival 2026 Raih Apresiasi Menteri Pariwisata, Buktikan Likupang Layak Jadi Destinasi Unggulan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, jendelasulut.com — Tiga hari penuh suka cita dan geliat ekonomi mewarnai penyelenggaraan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di kawasan Pantai Paal, Desa Marinsow, Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Kesuksesan festival edisi keenam ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widianti Putri Wardana. Apresiasi tersebut menjadi sinyal positif bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam upaya memperkuat posisi Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Menteri Pariwisata: Langkah Nyata Perkuat Daya Tarik Wisata

Dalam pernyataannya, Menteri Widianti menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan seluruh panitia pelaksana yang dinilai memiliki komitmen serta dedikasi tinggi.

“Selamat dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan seluruh panitia pelaksana atas komitmen dan dedikasinya dalam menyelenggarakan Likupang Tourism Festival 2026,” ujar Widianti.

Menurutnya, penyelenggaraan LTF 2026 merupakan langkah nyata dalam memperkuat daya tarik wisata sekaligus mempromosikan potensi Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas kerja bersama antara pemerintah daerah, panitia, pelaku pariwisata, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat.

Menteri Widianti berharap Likupang Tourism Festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi dapat terus berkembang menjadi event pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

“Akhir kata, saya berharap Likupang Tourism Festival 2026 dapat terus berkembang menjadi event yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi pariwisata dan masyarakat,” pesannya.

Apresiasi ini selaras dengan komitmen Kementerian Pariwisata yang terus mendorong Likupang sebagai salah satu destinasi prioritas di luar Bali. Sebelumnya, Menteri Widianti juga menegaskan bahwa akselerasi pembangunan pariwisata di luar Bali kini menjadi agenda mutlak melalui cetak biru yang berorientasi jangka panjang.

Pembukaan Meriah dengan Sentuhan Budaya Minahasa

Pembukaan LTF 2026 berlangsung khidmat dan meriah pada Jumat (21/8/2026), ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Kolintang di atas panggung utama oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda.

Acara pembukaan edisi keenam festival ini dihadiri oleh deretan tokoh penting dan pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Kevin Lotulung, Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda Davega, Anggota DPD RI Adriana Dondokambey, Ketua DPRD Minut Vonny Rumimpunu, serta Sekretaris Daerah Minut Novly Wowiling. Turut hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Hendrik Ruben Tendean yang membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta unsur Forkopimda.

Rangkaian pembukaan langsung membawa identitas Minahasa Utara ke tengah panggung dengan suguhan Tarian Kabasaran, Tumatenden, kolintang, parade kostum bahari, hingga pertunjukan budaya dari kelompok lanjut usia.

“LTF ini kita harapkan memberikan multiplier effect secara berkelanjutan, jadi bukan hanya selesai pada saat kegiatan acara ini. LTF juga menjadi ajang memperkenalkan Minahasa Utara hingga ke internasional,” ujar Bupati Joune Ganda.

Ragam Atraksi: dari Budaya hingga Olahraga

Selama tiga hari, Pantai Paal berubah menjadi ruang pertemuan antara budaya, olahraga, UMKM, musik, tradisi, dan hiburan dalam satu perayaan. LTF 2026 menghadirkan beragam kegiatan menarik:

· Panggung Budaya Tonsea: Tarian tradisional, harmoni musik kolintang, hingga kemegahan masamper yang sarat akan identitas lokal

· Wisata Bahari dan Olahraga: Lomba perahu tradisional, batobo, padel boat, voli pantai, domino, lomba halangan

· Atraksi Tradisional: Pacuan roda sapi yang menjadi salah satu atraksi mencuri perhatian

· Karnaval dan Kuliner: Parade Kostum Nusantara dan sajian kuliner khas, termasuk aroma menggoda dari Ikan Bakar Likupang yang legendaris

Festival yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) ini diarahkan tidak hanya untuk menarik wisatawan lokal, tetapi juga memperluas gaung Likupang ke pasar nasional.

Penggerak Ekonomi Lokal

LTF 2026 tidak hanya dirancang sebagai perhelatan pariwisata, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Likupang.

Ketua Panitia LTF 2026, Samuel Ray Dondokambey, menegaskan bahwa keberadaan festival di kawasan wisata seperti Likupang dapat menciptakan ruang perputaran ekonomi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kami berharap event Likupang Tourism Festival ini akan membawa dampak ekonomi yang sangat baik, khususnya di Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara, terlebih di daerah Likupang,” kata Ray.

Ia menambahkan, “Di dalamnya ada aktivitas ekonomi, ada spending, ada perputaran uang. Itu pasti akan kembali ke rakyat dan UMKM yang ada di tempat ini”.

Panitia menargetkan jumlah pengunjung mencapai puluhan ribu orang selama tiga hari pelaksanaan. Untuk memperkuat daya tarik, panitia juga menghadirkan artis nasional Vicky Salamor sebagai salah satu bintang tamu utama.

Pelaku UMKM turut membuka stan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada pengunjung. Kehadiran ribuan wisatawan diharapkan memberikan efek ekonomi bagi pelaku usaha, penginapan, kuliner, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif di sekitar Likupang.

Energi Baru di Balik Panggung

Di balik kesuksesan LTF 2026, terdapat kerja panjang panitia yang dipimpin oleh Ray Dondokambey, putra mantan Gubernur Sulawesi Utara dua periode Olly Dondokambey. Untuk pertama kalinya dipercaya menjadi koordinator event pariwisata sebesar LTF, Ray membawa tantangan sekaligus kesempatan untuk membuat festival tahunan Minahasa Utara tidak hanya ramai, tetapi juga punya cerita dan daya tarik.

Persiapan dilakukan secara matang, termasuk peninjauan langsung lokasi pada 15 Agustus 2026 untuk memastikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari lokasi kegiatan, penataan area, fasilitas pendukung, hingga kenyamanan pengunjung.

“Kami ingin memastikan dari sisi lokasi dan teknis semuanya benar-benar siap. LTF ini bukan hanya soal acara, tetapi bagaimana ketika masyarakat dan wisatawan datang mereka mendapatkan pengalaman yang baik, nyaman dan tentu berkesan,” ujar Ray.

Ray menegaskan bahwa Pantai Paal harus menjadi ujung tombak penggerak perekonomian di Kabupaten Minahasa Utara. Ia berharap seluruh stakeholder yang ada di Minahasa Utara, khususnya di Likupang, dapat berkembang dengan adanya LTF.

Likupang: Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Keberhasilan LTF 2026 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda yang terus mendorong sektor pariwisata menjadi salah satu kekuatan pembangunan daerah.

Likupang sendiri merupakan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang ditetapkan pemerintah, bersama dengan Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo. Kawasan ini ditetapkan sebagai DPSP pada 2019 dengan konsep ekowisata bahari.

Bupati Joune Ganda menyebut pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai mendatangkan wisatawan, tetapi juga bagaimana geliat pariwisata mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat branding Minahasa Utara di tingkat nasional maupun internasional.

Festival yang dipusatkan di kawasan Pantai Paal dinilai mampu menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih luas kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Likupang kepada wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Bagi Minahasa Utara, LTF 2026 menjadi momentum penting untuk menjadikan Likupang bukan hanya sebagai kawasan yang memiliki keindahan alam, tetapi juga sebagai destinasi yang memiliki kalender event dan daya tarik wisata berkelanjutan.

Dengan apresiasi dari Menteri Pariwisata dan antusiasme masyarakat yang tinggi, Likupang Tourism Festival 2026 telah membuktikan bahwa Likupang bukan sekadar surga tersembunyi di ujung utara Sulawesi, melainkan destinasi wisata kelas dunia yang siap bersaing di kancah nasional dan internasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *