Jendelasulut.com — Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Pelayanan Kategorial Bapak (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terus mematangkan persiapan untuk menyambut perayaan akbar yang akan digelar pada 17-19 Oktober 2025 mendatang. Kabupaten Minahasa Utara (Minut) telah ditunjuk sebagai tuan rumah dan siap menyambut ribuan peserta dari berbagai wilayah.
Rapat koordinasi antara panitia pelaksana dan Komisi PKB Sinode GMIM digelar di Villa Telaga pada Senin, 18 Agustus 2024. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua PKB Sinode GMIM Pnt. Maurits Mantiri, Sekretaris Pnt. Reza Rumambi, Wakil Ketua Pnt. Rommy Pondaag, Anggota Komisi PKB Sinode dr. Denny Ngantung, Ketua Umum Panitia Pnt. Joune Ganda, serta jajaran panitia lainnya.
Berbagai aspek penting dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari lokasi ibadah pembukaan yang rencananya akan diadakan di lapangan Pemkab Minut, hingga kesiapan 21 jemaat yang bertindak sebagai panitia lokal. Selain itu, dibahas pula penyiapan medali, trofi, hadiah uang tunai, petugas kesehatan, pengaturan lalu lintas, serta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendapatkan arahan dan dukungan.
Ketua Umum Panitia, Pnt. Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Bupati Minahasa Utara dan Penasehat Panji Yosua Sinode GMIM, menegaskan komitmennya untuk menyukseskan acara ini. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh peserta dan tamu undangan,” ujarnya. Pihaknya juga meminta Komisi PKB Sinode untuk menyiapkan perangkat pertandingan dan aturan yang jelas agar pelaksanaan lomba dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Ketua Komisi PKB Sinode GMIM, Pnt. Maurits Mantiri, menyampaikan apresiasinya atas persiapan yang telah dilakukan oleh panitia. “Saya sangat optimis dengan persiapan yang telah dipaparkan oleh Ketua Panitia dan jajaran. Ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai roll model bagi kegiatan PKB Sinode selanjutnya,” katanya.
HUT ke-63 PKB Sinode GMIM akan dipusatkan di tiga wilayah, yaitu Wilayah Dimalak, Wilayah Tatelu, dan Wilayah Tatelu Satu, yang terdiri dari 21 jemaat. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan pelayanan PKB di seluruh GMIM.