MINUT, JENDELASULUT.COM — Suasana hangat penuh toleransi menyelimuti awal tahun 2026 di Kabupaten Minahasa Utara. Di tengah perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) mengambil momen berharga untuk menyapa seluruh warganya, khususnya yang merayakan, melalui sebuah ucapan resmi yang sarat makna.
Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., bersama Wakil Bupati, Kevin W. Lotulung, S.H., M.H., atas nama Keluarga Besar Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, mengucapkan “Selamat Tahun Baru Imlek 2026” kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Bumi Tonsea. Informasi ini dikutip dari akun Instagram jgkwlofficial.
“Di tahun yang baru ini, semoga keberuntungan, kebahagiaan, dan kesuksesan senantiasa menyertai langkah kita semua,” demikian bunyi pesan penuh harap yang disampaikan langsung oleh kedua pemimpin daerah tersebut.
Namun, lebih dari sekadar ucapan seremonial, pesan yang disampaikan Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin Lotulung ini memiliki resonansi yang mendalam bagi publik Minut. Pasangan pemimpin yang akrab disapa JG-KWL ini secara eksplisit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Tahun Baru Imlek sebagai momentum memperkuat kerukunan.
“Mari kita perkuat kerukunan dan perdamaian dalam keberagaman,” tegas ajakan tersebut, yang menjadi poin sentral dalam narasi ucapan mereka.
Pesan yang Menjadi Perhatian Publik
Ucapan selamat ini langsung menjadi perhatian publik dan menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan. Bukan tanpa alasan, narasi yang dibangun Bupati dan Wakil Bupati dianggap sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat Minahasa Utara yang dikenal majemuk.
1. Simbol Kepemimpinan Inklusif: Masyarakat menilai, langkah Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin Lotulung untuk secara resmi dan hangat menyapa warga yang merayakan Imlek adalah bukti nyata kepemimpinan yang inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan hadir untuk semua golongan, tanpa memandang latar belakang etnis dan agama.
2. Memperkokoh Tali Persaudaraan: Di tengah dinamika kebangsaan, seruan untuk “memperkuat kerukunan dan perdamaian dalam keberagaman” menjadi oase yang menyejukkan. Pesan ini mengingatkan seluruh warga Minut bahwa perbedaan adalah sunnatullah dan justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah bersama-sama. Momen Imlek 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan eksklusif, tetapi menjadi perekat sosial yang inklusif.
3. Harapan Baru untuk Minut: Harapan akan “keberuntungan, kebahagiaan, dan kesuksesan” yang disematkan dalam ucapan tersebut juga dimaknai publik sebagai doa dan optimisme bersama untuk kemajuan Minahasa Utara di tahun 2026. Semangat baru di awal tahun shio ini diharapkan membawa berkah bagi pembangunan dan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Dengan mengusung nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Joune Ganda dan Kevin Lotulung kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Minut sebagai rumah bersama yang nyaman bagi semua. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2026 untuk seluruh masyarakat yang merayakan. Gong Xi Fa Cai!