MINUT, JENDELASULUT.COM — Warga Sulawesi Utara dikejutkan oleh gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis pagi, pukul 06:48:16 WITA. Pusat gempa berada di laut, tepatnya 127 km tenggara Bitung, dengan kedalaman 62 km. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kamis, 2/4/2026.
Guncangan gempa utama dirasakan sangat kuat oleh masyarakat selama sekitar 10 hingga 20 detik. Warga di berbagai kota seperti Bitung, Manado, dan sekitarnya panik dan berhamburan keluar rumah. Peringatan tsunami yang menyusul langsung mengubah situasi menjadi evakuasi massal, terutama di wilayah pesisir.
Hingga pukul 08.00 WITA, belum ada laporan signifikan mengenai kerusakan bangunan maupun infrastruktur. Namun, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk memantau dampak dan mengarahkan masyarakat.
✅ Guncangan Susulan
Sekitar 19 menit setelah gempa utama, tepatnya pukul 07:07:23 WITA, terjadi gempa susulan pertama dengan Magnitudo 5,5. Episenter susulan berada di koordinat 1.15 Lintang Utara dan 126.47 Bujur Timur, dengan kedalaman sangat dangkal yaitu 10 km. Meskipun cukup kuat, BMKG memastikan gempa susulan ini tidak berpotensi tsunami.
✅ Status Siaga dan Waspada Tsunami
BMKG mengeluarkan status bertingkat untuk sejumlah wilayah. Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk serius memperhatikan arahan evakuasi:
✅ Status SIAGA (Evakuasi segera):
1. Kota Ternate (Malut) – perkiraan tiba gelombang pukul 05:53:14 WITA
2. Halmahera (Malut) – pukul 05:54:14 WITA
3. Kota Tidore (Malut) – pukul 05:56:14 WITA
4. Kota Bitung (Sulut) – pukul 06:12:14 WITA
5. Minahasa Bagian Selatan (Sulut) – pukul 06:17:14 WITA
6. Minahasa Selatan Bagian Selatan (Sulut) – pukul 06:18:14 WITA
7. Minahasa Utara Bagian Selatan (Sulut) – pukul 06:18:14 WITA
✅ Status WASPADA (Menjauhi pantai & tepi sungai):
1. Kepulauan Sangihe (Sulut) – pukul 06:14:14 WITA
2. Minahasa Utara Bagian Utara (Sulut) – pukul 06:15:14 WITA
3. Bolaangmongondow Bagian Selatan (Sulut) – pukul 06:21:14 WITA
BMKG menegaskan bahwa waktu tiba gelombang dapat berbeda di setiap lokasi, dan gelombang pertama belum tentu yang terbesar. Masyarakat diimbau untuk tidak kembali ke pantai sebelum ada pencabutan resmi dari BMKG.
✅ Langkah Cepat BPBD Minahasa Utara
Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten Minahasa Utara langsung mengaktifkan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) dan Posko. Tim Piket yang terdiri dari Daniel Sumolang, Kresi Toneng, Falentino Alinise, Mario Intama, dan Devid Wentuk terus melakukan monitoring dan pengumpulan data.
✅ Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau melaporkan kerusakan dapat menghubungi:
· Call Center Bebas Biaya: 117 atau 112
· WhatsApp: 0813-8000-7460
· Frekuensi Radio: 173.900 MHz
· Aplikasi SiGesit: [Tautan Google Drive tersedia]
· Email: bpbdminut@gmail.com
· Instagram: @bpbdminut
Kepala BPBD Kabupaten Minahasa Utara selaku Kalaksa, Drs. Theodore V. Lumingkewas, MM, mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang namun waspada, serta memprioritaskan keselamatan jiwa. “Ikuti arahan evakuasi dari pemerintah daerah. Jangan percaya hoaks dan pastikan informasi hanya dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD,” tegasnya.
Laporan ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring perkembangan situasi.
Salam tangguh, salam kemanusiaan.
BPBD Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara (*)