Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNasionalNews

AOE 2026 Dibuka Meriah, Sekjen Apkasi Dr. Joune Ganda Tegaskan Expo Jadi Jembatan Nyata Komoditas Daerah ke Investor Global

3563
×

AOE 2026 Dibuka Meriah, Sekjen Apkasi Dr. Joune Ganda Tegaskan Expo Jadi Jembatan Nyata Komoditas Daerah ke Investor Global

Sebarkan artikel ini

Jakarta, jendelasulut.com — Suasana Nusantara Convention Hall, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, tampak semarak pada Kamis (27/8/2026). Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi membuka perhelatan tahunan terbesarnya, Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. Mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas” , gelaran selama tiga hari hingga 29 Agustus ini menjadi etalase strategis nasional yang memamerkan komoditas unggulan, inovasi pelayanan publik, hingga peluang investasi dari berbagai daerah di Nusantara.

Mewakili Presiden Republik Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya hadir langsung membuka expo secara resmi. Dalam amanatnya, Bima menegaskan bahwa otonomi daerah harus berorientasi pada hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar pembagian kewenangan administratif. Ia mendorong AOE 2026 tidak berhenti sebagai ajang promosi, melainkan mampu mempertemukan produk, pasar, dan investor hingga menghasilkan kontrak serta realisasi investasi nyata.

“Expo ini kita harapkan bergeser. Tidak saja menjadi etalase dari daerah dan seremoni, tapi betul-betul ruang untuk menjadikan potensi itu riil. Ruang untuk mempertemukan investor. Dan menghasilkan investasi yang benar-benar terealisir,” tegas Bima Arya di hadapan jajaran kepala daerah dan diplomat negara sahabat.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Gubernur Banten, Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi, serta para duta besar dan perwakilan negara sahabat. Bursah Zarnubi menegaskan bahwa AOE bukan sekadar pameran, melainkan ruang strategis mempertemukan potensi daerah dengan pasar, investasi, dan kerja sama. AOE sendiri telah rutin diselenggarakan sejak 2005 dan pada tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-21.

Sekretaris Jenderal Apkasi yang juga Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J. E. Ganda, menyampaikan komitmen Apkasi menjadikan AOE 2026 sebagai penghubung konkret antara potensi daerah dengan pasar global. “AOE 2026 dirancang bukan sekadar ajang seremonial tahunan, melainkan platform nyata yang menghubungkan komoditas unggulan, produk UMKM, dan destinasi wisata daerah langsung dengan para investor nasional maupun internasional,” ujarnya.

Usai seremoni pembukaan, rangkaian agenda langsung berlanjut intensif melalui forum strategis yang diikuti delegasi kabupaten se-Indonesia. Pemkab Minahasa Utara menerjunkan jajaran perangkat daerah untuk mengawal berbagai agenda teknis:

· Forum Kerjasama Perdagangan Antar Daerah: Sekretaris Daerah bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Dinas Pangan menghadiri forum investasi di Nusantara 1 ICE BSD guna memperkuat rantai pasok dan jejaring distribusi antardaerah.

· Workshop e-Katalog Versi 6 LKPP: Tim teknis yang terdiri dari Kadis Pertanian, Kadis Kelautan & Perikanan, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, Kadis Kominfosan, serta para Kepala Bagian (PBJ, Pemerintahan, Umum) mengikuti simulasi pengadaan barang/jasa digital di Nusantara 2.

· Talkshow BPDP Sawit Berkelanjutan: Kepala Dinas Pertanian mengawal diskusi strategis mengenai peran pemerintah daerah dalam tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan di Panggung Seni Budaya Hall 3.

Suasana semakin hidup ketika Wamendagri Bima Arya bersama rombongan mengunjungi sejumlah stan pameran. Di stan Kabupaten Luwu Timur, ia tampak tertarik pada Dange Juara, makanan tradisional berbahan dasar sagu yang dikemas secara modern dan higienis. Produk ini diklaim bebas gluten, tinggi serat, dan tanpa bahan pengawet, menjadi pilihan camilan sehat bagi masyarakat. Selain Dange Juara, stan tersebut juga menampilkan Terasi Malili, Sagumi, Crispy Pangkilang, Abon Ikan Bandeng, Keripik Nangka, Lada Batara, hingga Matano Rice.

Para kepala daerah dari berbagai kabupaten pun turut memanfaatkan momen ini. Bupati Dairi Vickner Sinaga menyatakan komitmennya mendorong penguatan pembangunan daerah, khususnya wilayah pedesaan dan daerah tertinggal. “Kita ingin potensi yang dimiliki daerah kita tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki akses pasar dan dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi,” ujarnya. Sementara Plt. Bupati Kuantan Singingi Muklisin menegaskan, “Kita harus jemput peluang. Pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu, tetapi harus aktif membangun jejaring dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak” .

Melalui rangkaian business matching, forum bisnis, dan pameran produk lokal yang berlangsung selama beberapa hari ke depan, perhelatan AOE 2026 diharapkan mampu mendorong percepatan roda perekonomian daerah secara signifikan. Seperti disampaikan Bima Arya, expo ini harus menjadi bagian dari proses hilirisasi potensi daerah—di mana produksi bertemu pasar, peluang investasi menjadi proyek riil, dan setiap pertemuan mengarah pada kontrak serta realisasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *