Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Atasi Dampak Kekeringan, Kepemimpinan JG-KWL Salurkan Air Bersih ke Desa Sarawet Kecamatan Likupang Timur

13
×

Atasi Dampak Kekeringan, Kepemimpinan JG-KWL Salurkan Air Bersih ke Desa Sarawet Kecamatan Likupang Timur

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG-KWL) kembali menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih langsung ke Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur, pada Jumat, 25 September 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah untuk memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi, terutama di wilayah yang terdampak fenomena El Nino yang berkepanjangan.

Latar Belakang: Krisis Air yang Meluas

Kekeringan yang melanda Kabupaten Minahasa Utara telah berdampak signifikan terhadap kehidupan warga. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minut per 10 September 2026, sebanyak 69 desa di 10 kecamatan terdampak kekeringan, dengan total 12.641 kepala keluarga atau sekitar 39.674 jiwa mengalami kesulitan air bersih. Kondisi ini juga menyebabkan kapasitas produksi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menurun hingga 50–75 persen.

Sebelumnya, pada 18 Agustus 2026, Bupati Joune Ganda bersama Forkopimda telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan/lahan yang berlaku hingga 31 Januari 2027. Penetapan status ini didasarkan pada peringatan dini BMKG serta pemetaan wilayah yang dinilai berpotensi terdampak kekeringan.

Desa Sarawet: Wilayah Rawan Kekeringan

Desa Sarawet di Kecamatan Likupang Timur merupakan salah satu desa yang secara geografis masuk dalam kawasan rawan kekeringan di Minahasa Utara. Desa ini terdiri dari tiga perkampungan, yakni Sarawet, Kualabatu, dan Rasaan. Masyarakat setempat selama ini mengandalkan sumur dan bak penampungan mata air pegunungan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. Ketika kemarau panjang melanda, sumber-sumber air tersebut mengering, memaksa warga mencari air hingga ke lokasi yang jauh.

Penelitian mengenai persepsi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim di Desa Sarawet menunjukkan bahwa 96,67 persen masyarakat telah merasakan gejala dan dampak perubahan iklim, dengan kekeringan dan gagal panen sebagai dampak yang paling dirasakan.

Aksi Cepat di Lapangan

Penyaluran air bersih ke Desa Sarawet pada Jumat, 25 September 2026, dilakukan menggunakan mobil tangki yang membawa pasokan air siap konsumsi bagi warga. Bantuan ini menyasar langsung pemukiman warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di perkampungan yang letaknya jauh dari sumber mata air.

Aksi ini merupakan bagian dari skenario penanganan dampak kekeringan yang telah disiapkan Pemkab Minut sejak jauh hari. Bupati Joune Ganda sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menunggu sampai kondisi kekeringan semakin parah. Sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan, termasuk perbaikan jaringan irigasi hingga persiapan pembangunan sumur bor di titik-titik yang berpotensi mengalami kesulitan air.

“Pertama, saat ini dari bulan lalu kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Kita sedang mengaktifkan atau melakukan perbaikan-perbaikan irigasi,” ujar Joune Ganda dalam rapat koordinasi penetapan status siaga darurat, yang turut didampingi Wakil Bupati Kevin William Lotulung.

Harapan ke Depan

Dengan penyaluran air bersih ke Desa Sarawet, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan bahwa kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata. Kepemimpinan JG-KWL terus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga, termasuk mereka yang berada di wilayah pesisir dan pelosok, memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang paling fundamental — air bersih.

“Kalau ada hal-hal yang masyarakat rasakan dan membutuhkan bantuan dari pemerintah, kami dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara siap untuk berkolaborasi,” tegas Bupati Joune Ganda.

Rakyatku Keluargaku — sebuah filosofi kepemimpinan yang terus diwujudkan dalam setiap kebijakan dan aksi nyata di lapangan. ***

Penulis: Rukminto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *