Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bukti Komitmen Bupati Joune Ganda: Inisiatif Gizi Minut Pikat Perhatian Nasional, Berbuah Investasi Besar Sektor Perikanan

160
×

Bukti Komitmen Bupati Joune Ganda: Inisiatif Gizi Minut Pikat Perhatian Nasional, Berbuah Investasi Besar Sektor Perikanan

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COMPemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) membuktikan bahwa keseriusan dalam membangun dari daerah berbuah manis, tidak hanya bagi masyarakatnya tetapi juga menarik perhatian dan dukungan strategis dari level nasional. Komitmen tersebut tercermin dalam langkah nyata mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam hal pemenuhan gizi anak dan pengembangan ekonomi maritim.

Prestasi Awal: SPPG untuk Anak Pesisir sebagai Katalis Perhatian

Sebelumnya, Pemkab Minut telah meluncurkan inisiatif mandiri dengan membangun Sentra Pangan dan Pemberian Gizi (SPPG) di wilayah kepulauannya. Tujuannya jelas dan mulia: memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar terjangkau oleh setiap anak di daerah terpencil dan pesisir. Langkah proaktif dan berbasis kebutuhan lokal ini tidak luput dari pengamatan pemerintah pusat.

Badan Gizi Nasional (BGN) melihat lebih dari sekadar program distribusi makanan. Mereka melihat sebuah model komitmen daerah yang selaras dengan visi nasional untuk membangun SDM unggul dari pinggiran. Atas dasar itulah, Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, SE. MAP. MM. MSi, mendapat kehormatan untuk diundang secara khusus oleh Wakil Kepala BGN, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Lodewyk Pusung, pada 22 Januari 2026 di Jakarta.

Dari Pembahasan Gizi ke Ekonomi: Dukungan BGN Berwujud Investasi Strategis

Pertemuan tersebut melampaui sekadar apresiasi verbal. Letjen Lodewyk Pusung, Sang Jenderal berdarah Tonsea, menyampaikan bentuk dukungan yang sangat konkret: menjembatani investasi dari Tiongkok di sektor perikanan Minahasa Utara.

“Kehadiran investor ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pesisir, meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudidaya, serta meningkatkan devisa negara maupun pendapatan daerah melalui ekspor produk perikanan,” jelas Pusung.

Investasi ini diyakini akan menjadi pengungkit ekonomi yang signifikan melalui:

1. Infrastruktur Modern: Penyediaan modal untuk rantai dingin (cold chain), kapal modern, dan fasilitas penunjang.

2. Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka kesempatan kerja baru di sektor pengolahan dan logistik.

3. Nilai Tambah Produk: Mengubah hasil tangkapan mentah menjadi produk olahan yang bernilai ekspor tinggi.

4. Pasar Global: Memperluas akses pemasaran ke skala internasional.

“Investasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta mengoptimalkan potensi sumber daya laut secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pusung secara khusus memberikan apresiasi atas sikap terbuka dan respons positif Bupati Ganda. “Rencananya, saya dan Bapak Bupati dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Utara untuk menyampaikan rencana strategis ini,” tutupnya, menandakan sinergi yang terjalin erat.

Respon Pemimpin Daerah: Menyambut Sinergi untuk Kesejahteraan

Bupati Joune Ganda, yang didampingi oleh jajaran eksekutifnya (Sekda Ir. Novly Wowiling, M.Si, Kepala Badan Keuangan Carla Sigarlaki, dan Kabag Protokol Marcel), menyambut hangat dukungan BGN ini.

“Kehadiran investor di sektor perikanan di Minahasa Utara merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Ini dapat mengoptimalkan potensi kelautan, meningkatkan infrastruktur, serta mendorong perekonomian lokal,” ungkap Bupati Ganda.

Ia menambahkan bahwa kehadiran investor akan membantu memperluas pasar dan pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal, menciptakan siklus yang positif antara ekonomi dan ketahanan pangan.

Prestasi ini menunjukkan bahwa Asta Cita pemerintahan nasional tidak hanya menjadi jargon, tetapi dapat dioperasionalkan dengan cepat oleh daerah yang memiliki leadership kuat dan komitmen jelas. Perhatian publik kini tertuju pada langkah tindak lanjut dan realisasi investasi, serta bagaimana dampak riil dari kolaborasi ini—mulai dari piring makan anak-anak pesisir hingga ke meja ekspor internasional—benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Minahasa Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *