Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bukti Pemerintah Hadir di Kepulauan: Pasar Murah Bersubsidi Minahasa Utara Digelar di Desa Tambun

416
×

Bukti Pemerintah Hadir di Kepulauan: Pasar Murah Bersubsidi Minahasa Utara Digelar di Desa Tambun

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan kembali menghadirkan Pasar Murah Bersubsidi bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah kepulauan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tambun, Kecamatan Likupang Barat, pada Kamis (1/10/2026), dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Minahasa Utara untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif ringan, sekaligus memastikan akses terhadap bahan pangan dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah kepulauan. Tidak hanya menyasar warga di pusat pemerintahan, pasar murah ini secara khusus menyisir wilayah kepulauan agar manfaat program pemerintah dirasakan lebih merata.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara, Drs. Sinpersli Maximelian Tapada, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah tersebut dilaksanakan dengan menyisir wilayah masyarakat kepulauan sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, masyarakat di wilayah kepulauan juga perlu mendapatkan akses yang sama terhadap program pemerintah, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.

“Pasar Murah Bersubsidi ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kepada masyarakat. Kita berupaya agar kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau tidak hanya tersedia di wilayah pusat pemerintahan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” ujar Tapada.

Ia mengatakan, penyediaan sejumlah komoditas dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus memberikan pilihan berbelanja dengan harga yang lebih ringan.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Adapun sejumlah komoditas kebutuhan pokok dan pangan yang disediakan dalam Pasar Murah Bersubsidi tersebut, yakni:

1. Beras Premium 5 kilogram seharga Rp55.500 per sak.
2. Minyak goreng 1 liter seharga Rp16.000.
3. Telur ayam seharga Rp50.000 per baki.
4. Gula pasir seharga Rp12.000 per kilogram.
5. Tepung terigu seharga Rp7.500 per kilogram.
6. Cabai rawit seharga Rp130.000 per kilogram.
7. Bawang putih seharga Rp25.000 per kilogram.
8. Bawang merah seharga Rp30.000 per kilogram.
9. Daging ayam seharga Rp30.000 per ekor.

Sorotan Netizen: dari Apresiasi hingga Pertanyaan Harga

Kehadiran Pasar Murah Bersubsidi di Desa Tambun tidak hanya menjadi berita bagi warga setempat, tetapi juga menarik perhatian netizen. Di ruang percakapan media sosial, program ini ramai dibahas karena dinilai menyentuh persoalan yang selama ini dikeluhkan warga kepulauan: mahalnya harga bahan pokok akibat biaya distribusi dan keterbatasan akses pasar.

Banyak netizen mengapresiasi langkah Pemkab Minahasa Utara yang dianggap tidak hanya bekerja di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan kawasan kepulauan. Narasi yang menonjol adalah harapan agar program serupa tidak berhenti di satu titik, melainkan berlanjut secara berkala dengan stok yang memadai.

“Kalau pemerintah benar-benar hadir sampai wilayah kepulauan, itu langkah bagus. Yang penting jangan cuma sekali, tapi terus berlanjut,” menjadi salah satu nada komentar yang muncul di ruang publik digital.

Namun, perhatian netizen juga tertuju pada daftar harga. Sejumlah komoditas dinilai cukup membantu, seperti daging ayam Rp30.000 per ekor, beras premium 5 kilogram Rp55.500 per sak, minyak goreng Rp16.000 per liter, gula pasir Rp12.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp7.500 per kilogram.

Di sisi lain, harga cabai rawit Rp130.000 per kilogram menjadi perbincangan paling ramai. Sebagian netizen mempertanyakan mengapa komoditas tersebut masih terbilang tinggi dalam pasar murah bersubsidi. Ada yang menduga harga cabai memang sedang fluktuatif, tetapi tidak sedikit pula yang meminta pemerintah memberikan penjelasan soal kualitas, asal barang, serta perhitungan subsidi.

“Daging ayam dan beras terlihat membantu, tapi cabai rawit Rp130 ribu per kilo ini yang jadi sorotan. Mungkin karena harga pasar memang tinggi, tapi tetap perlu penjelasan,” tulis seorang warganet dalam narasi yang berkembang.

Netizen juga menyoroti sejumlah hal teknis yang biasanya menentukan keberhasilan pasar murah, seperti mekanisme pembelian, syarat KTP, kuota per keluarga, jam operasional, ketersediaan stok, serta apakah harga yang sama juga berlaku bagi warga desa sekitar. Mereka berharap program ini tepat sasaran dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

Tidak sedikit pula yang membandingkan harga pasar murah tersebut dengan harga di pasar tradisional dan toko ritel. Bagi mereka, transparansi harga dan kualitas barang menjadi kunci agar program subsidi benar-benar terasa manfaatnya.

Harapan agar Manfaat Merata

Kehadiran Pasar Murah Bersubsidi di Desa Tambun diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan harga yang lebih terjangkau. Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara juga terus mendorong agar program pelayanan kepada masyarakat dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk kawasan kepulauan, sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara lebih merata.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Minahasa Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Pasar Murah Bersubsidi di Desa Tambun pun diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan akses pangan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Bagi netizen, program ini menjadi cermin harapan sekaligus ujian. Harapan bahwa pemerintah terus hadir di wilayah yang sulit dijangkau, dan ujian agar subsidi benar-benar tepat sasaran, transparan, serta berkelanjutan. Jika itu terwujud, Pasar Murah Bersubsidi bukan hanya sekadar kegiatan sesaat, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan pokok masyarakat kepulauan juga diperhatikan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *