Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bumi Nyiur Melambai Jadi Saksi: Bupati Joune Ganda Sukseskan Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Minahasa Utara

476
×

Bumi Nyiur Melambai Jadi Saksi: Bupati Joune Ganda Sukseskan Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Minahasa Utara

Sebarkan artikel ini

Minut, jendelasulut.com — Kabupaten Minahasa Utara kembali menjadi pusat perhatian publik. Daerah yang dijuluki Bumi Nyiur Melambai ini dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional bergengsi: Perkemahan Regional Pemuda dan Remaja Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara Tahun 2026, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, pada Senin (29/6/2026) di Pentecostal Camping Ground, Desa Pinilih, Kecamatan Dimembe.

Kehadiran orang nomor dua di Republik ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ribuan mata pemuda dari berbagai penjuru Sulawesi Utara terpaku pada panggung utama ketika Gibran melangkah ke tengah lautan manusia yang memadati lokasi perkemahan. Didampingi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus serta Bupati Minahasa Utara Dr. Joune James Esau Ganda, kedatangan rombongan pimpinan tertinggi daerah dan pusat ini disambut gegap gempita oleh sekitar 30.000 pemuda yang mengenakan atribut khas masing-masing daerah. Mereka serentak melantunkan pujian dan yel-yel penyambutan, menciptakan simfoni iman yang menggema di kaki bukit Minahasa.

Tak hanya dari Sulawesi Utara, kegiatan ini juga diikuti kontingen dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, bahkan peserta mancanegara dari Korea Selatan dan Thailand. Mengusung tema “Be Ready”, kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat.

Pesan Strategis Wapres: Bonus Demografi dan Kerukunan

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menyampaikan sejumlah pesan strategis yang menjadi perhatian publik nasional. Ia mengingatkan bahwa Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi pada 2030–2045, di mana lebih dari 68 persen penduduk berada pada usia produktif.

“Saya titip, bapak pendeta, ibu pendeta, pak gubernur dan pak bupati, sangat penting untuk anak-anak muda dapat mempersiapkan diri, baik dari sisi kapabilitas, kemampuan teknis, keimanan, karakter, serta kecintaan terhadap tanah air, sehingga anak muda Indonesia memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Wapres.

Gibran juga menyerukan semangat kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan pemecah belah, serta mengimbau generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi dan percaya pada kabar bohong.

“Sebagai bangsa yang majemuk, sebagai bangsa yang berbineka, kita juga perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, dan nilai-nilai toleransi. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah,” tegas Gibran.

Ia juga mengapresiasi materi perkemahan yang tidak hanya membina rohani, tetapi juga membahas kesehatan mental (mental health), kepemimpinan, dan wawasan pemerintahan.

Di sisi lain, Wapres memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dari 6,71 persen menjadi 6,62 persen, stunting dari 21,3 persen menjadi 20,8 persen, serta pengangguran terbuka dari 6,03 persen menjadi 5,75 persen.

Persiapan Matang Bupati Joune Ganda

Di balik suksesnya agenda nasional ini, sosok Bupati Minahasa Utara Joune Ganda—yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) masa bakti 2025–2030—memainkan peran kunci sebagai tuan rumah.

Sejak beberapa hari sebelum kunjungan, Joune Ganda telah mengoordinasikan persiapan secara intensif bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, jajaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), serta unsur terkait.

“Kami Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dari beberapa hari yang lalu sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, juga dari staf kepresidenan dan Paspampres untuk mempersiapkan kedatangan Bapak Wakil Presiden,” ujar Joune Ganda.

Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan persiapan penyambutan di Desa Pinilih. Aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan di seluruh wilayah yang dilalui rombongan Wapres pun dikondisikan secara optimal.

“Pada prinsipnya kami siap. Wilayah-wilayah yang akan dilewati sudah kami kondisikan, baik dari sisi keamanan maupun kebersihan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar perjalanan beliau di Kabupaten Minahasa Utara memberikan kesan yang terbaik,” tegasnya.

Kebanggaan dan Motivasi bagi Minahasa Utara

Bagi Pemkab Minahasa Utara, pelaksanaan kegiatan tingkat nasional ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti kesiapan daerah dalam mendukung agenda-agenda pusat—khususnya yang berfokus pada pembangunan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Kehadiran Wapres Gibran bersama Gubernur Sulawesi Utara dinilai Bupati Joune Ganda sebagai kehormatan sekaligus motivasi bagi jajarannya untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Minahasa Utara sebagai lokasi pelaksanaan Perkemahan Pemuda GPDI Sulawesi Utara. Kehadiran Bapak Wakil Presiden menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan inspirasi bagi jajaran Pemkab Minahasa Utara dalam mengakselerasi kebijakan pemerintah pusat di daerah ini,” ujar Joune Ganda.

Bupati juga memandang kunjungan ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan wajah Minahasa Utara sebagai daerah yang aman, tertib, bersih, dan memiliki masyarakat yang ramah.

“Kami tentu berharap setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Bapak Wakil Presiden merasa senang dan melihat bahwa masyarakat Kabupaten Minahasa Utara sangat ramah, serta kondisi daerah ini semakin baik,” tandasnya.

Pembukaan resmi Perkemahan Pemuda GPDI Sulawesi Utara secara simbolis ditandai dengan pemukulan snare drum oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming—sebuah momen yang akan dikenang oleh puluhan ribu pemuda yang hadir, sekaligus menegaskan posisi Minahasa Utara sebagai tuan rumah andal bagi agenda-agenda nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *