Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bupati Joune Ganda Hadiri Ibadah Agung Selebrasi Paskah dan Puncak Perayaan Satu Abad Pemuda GMIM

670
×

Bupati Joune Ganda Hadiri Ibadah Agung Selebrasi Paskah dan Puncak Perayaan Satu Abad Pemuda GMIM

Sebarkan artikel ini

MANADO, JENDELASULUT.COM – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Lapangan Sparta Tikala, Manado, pada Senin (6/4/2026). Ribuan mata tertuju pada panggung utama ketika Bupati Minahasa Utara, Pnt. Dr. Joune Ganda, tampak hadir dalam Ibadah Agung Selebrasi Paskah yang dirangkai dengan Puncak Perayaan 100 Tahun (Satu Abad) Pemuda GMIM. Kehadirannya disambut antusias oleh ribuan pemuda yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Ibadah yang penuh sukacita iman tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan. Dalam khotbahnya yang menggetarkan, ia mengajak seluruh pemuda gereja untuk terus menjadi terang dan garam dunia—sebuah panggilan teologis yang relevan dengan situasi kebangsaan saat ini. “Pemuda adalah tulang punggung gereja dan bangsa. Jangan pernah lelah berbuat baik dan berkontribusi nyata,” ujarnya di hadapan jemaah yang membalut seluruh area lapangan dengan warna-warni kebersamaan.

✅ Kemeriahan yang Menyentuh Hati

Tidak hanya ibadah, perayaan ini juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi senal dan kesaksian hidup dari pemuda GMIM yang telah melayani di berbagai pelosok daerah. Ribuan pemuda dari berbagai wilayah Sulawesi Utara tampak duduk rapi, bernyanyi dengan penuh penghayatan, dan sesekali melambaikan tangan saat lagu-lagu pujian mengalun. Suasana haru sekaligus semangat membuncah ketika paduan suara pemuda membawakan lagu “Kidung Jemaat” yang sudah melegenda.

✅ Deretan Tokoh Hadir

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th., bersama jajaran pengurus sinode. Kehadiran anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Penatua Pemuda Sinode GMIM, Pnt. Rio Dondokambey, turut menambah bobot acara. Tidak ketinggalan, sejumlah kepala daerah se-Sulawesi Utara juga tampak hadir, menunjukkan betapa pentingnya perayaan ini tidak hanya bagi warga gereja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

✅ Apresiasi Bupati Joune Ganda

Dalam sambutannya yang disampaikan di tengah ibadah, Bupati Minahasa Utara, Pnt. Dr. Joune Ganda, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Pemuda GMIM yang selama ini telah menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan gereja. Ia menegaskan bahwa peran pemuda dalam pembangunan daerah tidak bisa diabaikan.

“Ibadah Agung ini bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh pemuda GMIM untuk terus berkarya, melayani, dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Bupati dengan suara lantang yang menggema di tengah riuh rendah tepuk tangan jemaah.

Lebih lanjut, ia berharap semangat satu abad ini dapat terus memotivasi generasi muda untuk tetap setia dalam iman serta berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di Minahasa Utara. “100 tahun perjalanan Pemuda GMIM adalah bukti nyata bahwa iman dan karya bisa berjalan beriringan. Saya yakin, ke depan, pemuda GMIM akan semakin berkontribusi bagi kemajuan Sulawesi Utara dan Indonesia,” tegasnya.

✅ Refleksi Seabad Pelayanan

Perayaan satu abad Pemuda GMIM ini diikuti oleh ribuan pemuda GMIM dari berbagai wilayah, yang memadati lokasi kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan dan iman. Momentum ini menjadi wujud syukur atas perjalanan panjang pelayanan Pemuda GMIM selama 100 tahun dalam mendukung pertumbuhan gereja dan pembangunan masyarakat. Sejak didirikan pada tahun 1926, Pemuda GMIM telah melahirkan banyak tokoh gereja, pendidik, pejabat publik, hingga aktivis sosial yang berkontribusi nyata bagi bangsa.

✅ Penutup yang Khidmat

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari itu ditutup dengan doa bersama dan pembagian berkat. Ribuan pemuda pulang dengan wajah berseri, membawa pesan bahwa iman yang hidup selalu melahirkan karya nyata. Lapangan Sparta Tikala yang sebelumnya ramai kini perlahan sepi, namun semangat satu abad Pemuda GMIM telah tertanam kuat di hati setiap peserta.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak sejarah yang mengingatkan bahwa pemuda GMIM siap menjadi garam dan terang dunia—di mana pun mereka ditempatkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *