Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bupati Joune Ganda Paparkan Strategi Integratif WEFSRID Usai Bertemu Dirjen Kemendagri

301
×

Bupati Joune Ganda Paparkan Strategi Integratif WEFSRID Usai Bertemu Dirjen Kemendagri

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COM — Dalam langkah strategis menjawab tantangan global dan lokal terkait krisis pangan, air, dan energi, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan komitmen nyata. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, secara khusus menghadiri audiensi penting dengan Dr. Restuary Daud, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, pada Kamis (8/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk mempercepat implementasi program integratif WEFSRID (Water, Energy, Food Security and Resilience in Indonesia’s Development) di wilayah tersebut.

Bupati Joune Ganda dengan tegas menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam program nasional tersebut. Menurutnya, WEFSRID bukan sekadar program, tetapi sebuah pendekatan strategis yang sangat relevan untuk membangun ketahanan dan keberlanjutan di Minahasa Utara.

“Bagi kami, program WEFSRID sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Ketahanan pangan dan energi harus dikelola dengan baik dari hulu hingga hilir secara terintegrasi dan berkelanjutan,” tegas Bupati Joune dalam pertemuan tersebut.

Rencana Konkret: 4.862 Hektar di 42 Desa Jadi Percontohan

Sebagai langkah awal implementasi, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah menyiapkan peta jalan yang konkret. Tahap pertama program akan mencakup area seluas 4.862 hektare yang tersebar di 42 desa. Kawasan-kawasan ini akan ditransformasikan menjadi basis pengembangan pertanian dan peternakan terpadu yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dan energi terbarukan.

“Hasil produksi dari program WEFSRID akan disinergikan dengan berbagai inisiatif pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Kebijakan Distribusi Makanan Pangan (KDMP). Dalam skema ini, KDMP akan berperan sebagai pusat penampungan hasil produksi, sementara Sistem Pemerintahan Pengadaan Barang/Jasa (SPPG) akan mengelola pembelian produk-produk pertanian dan peternakan seperti beras, telur, daging ayam, serta sayur-sayuran,” jelas Bupati Joune merinci mekanisme yang akan dibangun.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan, di mana produksi lokal dimanfaatkan untuk memenuhi program sosial pemerintah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan peternak lokal.

Dukungan Penuh Perencanaan Daerah

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Joune didampingi oleh Kepala Bappeda Minahasa Utara, Hanny Tambani, yang turut memaparkan kesiapan perencanaan teknis daerah. Kehadiran Bappeda menegaskan bahwa implementasi WEFSRID telah masuk dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah daerah dan didukung dengan studi kelayakan serta identifikasi potensi lokasi yang matang.

WEFSRID: Konsep Integrasi untuk Ketahanan yang Tangguh

Sebagai informasi, WEFSRID adalah program inovatif yang mendorong pendekatan Nexus (keterkaitan) Air-Energi-Pangan. Konsep ini mengakui bahwa ketiga sektor tersebut saling bergantung; kekurangan air mempengaruhi produksi pangan dan energi, begitu pula sebaliknya. Melalui WEFSRID, daerah didorong untuk mengelola ketiga sumber daya ini secara kolaboratif dan sinergis, sehingga pembangunan di satu sektor tidak mengorbankan sektor lainnya.

Dengan mengadopsi pendekatan ini, Minahasa Utara tidak hanya mengejar ketahanan pangan, tetapi juga membangun ketahanan wilayah (resilience) secara menyeluruh terhadap guncangan ekonomi dan iklim.

Menuju Model Pembangunan Berkelanjutan

Kerjasama erat antara Pemkab Minahasa Utara dan Kementerian Dalam Negeri melalui program WEFSRID ini diharapkan dapat menjadikan Minahasa Utara sebagai model pengembangan daerah yang sukses dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan, air, dan energi secara simultan. Inisiatif ini memiliki visi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penciptaan ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada sumber daya lokal dan tata kelola yang integratif adalah jalan ke depan yang dipilih oleh kepemimpinan daerah untuk kemakmuran rakyat Minahasa Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *