Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bupati Minahasa Utara Jadi Narasumber Utama Sesi Inovasi Daerah di IGA 2025 Jakarta

391
×

Bupati Minahasa Utara Jadi Narasumber Utama Sesi Inovasi Daerah di IGA 2025 Jakarta

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Di dalam rangkaian Innovative Government Award (IGA) 2025 bertema “Digital Transformation & Governance” yang digelar di Kempinski Grand Ballroom Jakarta pada 8 Desember 2025, Kabupaten Minahasa Utara meraih perhatian publik nasional melalui pembagian best practice inovasi daerah yang efektif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengendalian inflasi.

Acara sharing session pada hari pertama, 8 Desember 2025, dipimpin oleh moderator Ahmad Giffari, Fungsional Ahli Madya Bappeda DKI Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis termasuk Atika Nur Rahmani (Kepala Bappeda DKI Jakarta) serta Yusharto Huntoyunggo (Kepala BSKDN Kemendagri). Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda menjadi salah satu narasumber utama yang membahas langkah-langkah kabupaten yang baru berusia 22 tahun itu dalam membangun tata kelola pemerintahan yang digital, responsif, dan berkelanjutan.

KABUPATEN MUDA DENGAN POTENSI BESAR, HADAPI TANTANGAN KHUSUS

Dalam sesi yang dimulai pukul 13:00, Bupati Joune Ganda pertama-tama memperkenalkan Kabupaten Minahasa Utara (yang disebutnya “Minut”) sebagai kabupaten yang baru merayakan ulang tahun ke-22 pada 20 November lalu. Dengan luas wilayah kurang lebih seribu kilometer persegi, 10 kecamatan, 125 desa, 6 kelurahan, dan 57 pulau—termasuk Pulau Mantehage sebagai pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina—kabupaten ini memiliki tantangan geografis yang unik. Namun, lokasinya yang berada di antara ibu kota Provinsi Sulawesi Utara (Manado) dan kota pelabuhan Bitung membuat jalur cukup lancar, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 77,09 menempatkannya di peringkat baik di provinsi tersebut.

“Kita adalah kabupaten yang masih baru, tapi itu tidak menjadi alasan untuk tidak inovatif,” ujar Bupati Joune dalam pemaparannya.

STRUKTUR DAN REGULASI: DASAR PEMBANGUNAN INOVASI

Perhatian publik terfokus pada upaya sistematic kabupaten tersebut dalam mendorong inovasi. Sampai saat ini, Minahasa Utara telah membangun 74 inovasi, di mana 72 di antaranya adalah inovasi penerapan, 1 inovasi baru, dan 1 uji coba. Semua ini tidak terlepas dari pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang bertugas mempercepat proses inovasi, serta penetapan regulasi yang mendukung.

Kabupaten ini juga menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Utara Nomor 11 Tahun 2025, yang kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Untuk memastikan partisipasi semua pihak, pemerintah kabupaten memberlakukan kebijakan di mana setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus membuat minimal satu inovasi, yang kemudian diperluas sampai ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Bahkan, anak-anak SMP juga dilibatkan dalam kompetisi inovasi, dengan bantuan juri dari BSKDN, dan para inovator diberi insentif serta hadiah sebagai apresiasi.

“Hasilnya, kita beranjak dari kabupaten yang kurang inovatif menjadi kabupaten yang sangat inovatif,” jelas Bupati Joune dengan bangga.

“KOIN PERAK LAPIS EMAS”: INOVASI NON-DIGITAL UNTUK TEKAN INFLASI

Salah satu inovasi yang paling banyak diperhatikan publik adalah “Koin Perak Lapis Emas” atau yang juga disebut “Kios Inflasi Perak”. Inovasi non-digital ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan pengendalian harga di wilayah kepulauan dan pesisir, yang membutuhkan langkah ekstrim agar layanan bisa mencapai masyarakat.

Melalui inisiatif ini, pemerintah kabupaten bekerja sama dengan berbagai stakeholder termasuk Bulog dan Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan harga dan suplai barang ke seluruh wilayah, terutama pulau-pulau terpencil. Hasilnya luar biasa: Minasa Utara termasuk dalam 10 besar kabupaten dengan tingkat inflasi terbaik di Indonesia berdasarkan laporan terbaru.

“Inovasi ini bukan sekadar nama cantik, tapi benar-benar memberikan dampak terukur. Kita mampu menjaga laju inflasi tetap rendah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Joune.

SIGESID: APLIKASI DIGITAL UNTUK KESELAMATAN MASYARAKAT DARI BENCANA

Selain mengatasi inflasi, Minahasa Utara juga menghadapi tantangan bencana alami seperti tanah longsor dan banjir yang sering terjadi. Untuk menangani hal ini, kabupaten tersebut meluncurkan inovasi digital yang disebut SIGESID (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat).

SIGESID adalah aplikasi yang memberikan informasi lengkap tentang penanggulangan bencana kepada masyarakat sampai ke tingkat desa. Dalam aplikasi ini, terdapat data cuaca, curah hujan, potensi bencana yang akan terjadi, serta panduan mitigasi bencana. Pemerintah kabupaten juga membentuk tim relawan di setiap desa dan kelurahan yang bertindak sebagai kepanjangan tangan untuk menyebarkan informasi dan membantu masyarakat yang terkena bencana.

“Ini bukti bahwa transformasi digital tidak hanya untuk kecepatan, tapi juga untuk menyelamatkan nyawa,” jelas Bupati Joune tentang SIGESID.

DAMPAK TERUKUR DAN HARAPAN SEBAGAI PERCONTOHAN DAERAH

Kedua inovasi tersebut tidak hanya berhasil menekan inflasi dan meningkatkan ketahanan bencana, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan PAD Minasa Utara. Perhatian publik terhadap kemajuan kabupaten ini semakin tinggi, terutama setelah Bupati Joune menyampaikan best practice tersebut di depan para kepala daerah dan pejabat pusat di IGA 2025.

“Kami berharap kedua inovasi ini bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Setiap daerah memiliki tantangan tersendiri, tapi dengan keberanian berinovasi dan kerja sama semua pihak, kita bisa membangun pemerintahan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Bupati Joune dalam penutup paparannya.

Kehadiran Minahasa Utara di IGA 2025 menjadi bukti bahwa kabupaten muda dengan sumber daya terbatas tetap bisa bersaing dan memberikan kontribusi signifikan dalam gerakan transformasi digital dan peningkatan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Penulis: Rinto R

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *