Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bupati Minut Tegas: Korban Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Status BPJS Urusan Belakangan

202
×

Bupati Minut Tegas: Korban Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Status BPJS Urusan Belakangan

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Insiden keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi, Minahasa Utara, pada Rabu (26/11/2025) sontak membuat geger dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Diduga, keracunan ini disebabkan oleh konsumsi Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan pihak sekolah.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dengan sigap menginstruksikan seluruh jajaran terkait, terutama instansi kesehatan dan pendidikan, untuk berkolaborasi memberikan bantuan maksimal kepada pihak rumah sakit yang menangani para siswa.

“Sejak menerima laporan, saya langsung memerintahkan semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk membantu pihak rumah sakit,” tegas Bupati Joune Ganda saat dikonfirmasi awak media.

Bupati Joune Ganda menekankan agar seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang cepat dan maksimal tanpa terkendala masalah administrasi. Ia mewanti-wanti agar rumah sakit tidak menunda atau menolak pelayanan medis dengan alasan apapun, termasuk status kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Saya minta agar seluruh rumah sakit yang menangani korban mengabaikan soal status kepesertaan BPJS. Baik yang aktif maupun tidak, harus mendapatkan pelayanan yang sama. Soal status kepesertaan BPJS nanti dilengkapi kemudian,” tegasnya.

Selain Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Bupati juga telah memerintahkan BPBD Minut untuk membantu penyediaan kasur di rumah sakit yang membutuhkan, mengingat banyaknya pasien yang harus ditangani.

“Kehadiran kami dalam kasus ini adalah untuk memastikan bahwa semua korban ditangani secara serius dan tuntas, tidak masuk pada persoalan lain,” ujar Bupati, yang juga menjabat sebagai Sekjen Apkasi, sambil menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini.

Kepala Dinas Pendidikan Minut, Jofieta Supit, yang ditemui di RSU Tonsea Airmadidi, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para korban yang dirawat di tiga rumah sakit di Minut sejak malam hingga siang hari, sesuai perintah Bupati dan Wakil Bupati.

“Hingga saat ini, anak-anak korban telah ditangani. Ada yang rawat jalan, ada pula yang rawat inap,” jelasnya.

Jofieta Supit menambahkan, dalam kondisi darurat seperti ini, UGD kewalahan memberikan pertolongan, bahkan ada pasien yang belum mendapatkan tempat tidur. RSU Tonsea membuka aula sebagai ruang perawatan sementara, dan BPBD memberikan dukungan berupa kasur tambahan.

Kepanikan dan Gejala Keracunan

Insiden ini menimbulkan kepanikan karena bukan hanya siswa, tetapi sejumlah guru juga turut mengalami gejala keracunan. Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Minut, antara lain RSUD Walanda Maramis, RSU Tonsea, dan RSU Hermana Lembean. Sebagian besar korban mengeluhkan sakit perut, muntah, dan diare.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus berupaya untuk menangani dampak dari keracunan makanan ini dan mencari tahu penyebab pasti kejadian tersebut. Diharapkan, dengan penanganan yang cepat dan tepat, seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *