MINUT, JENDELASUT.COM — Memasuki musim hujan dan masa transisi pancaroba, kekhawatiran akan munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di wilayah Kecamatan Likupang Barat. Dinas Kesehatan setempat, melalui UPTD Puskesmas Mubune, secara aktif mengingatkan seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang efektif untuk menghindari penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini.
Musim hujan yang basah dan lembap seringkali menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Genangan air bersih dan tempat-tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat menjadi habitat favorit nyamuk muda ini. Oleh karena itu, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam pencegahan DBD.
Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, melalui akun resmi Puskesmas Mubune, mengajak warga Likupang Barat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Ia menegaskan pentingnya melakukan pencegahan secara aktif, karena nyamuk penyebab DBD semakin aktif saat masa musim hujan dan pancaroba. “Kalau kita tidak waspada, bisa saja nyamuk berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan peningkatan kasus DBD. Mari kita cegah sejak dini,” ujarnya.
Puskesmas Mubune menekankan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah utama dalam pencegahan DBD. Gerakan ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga memutus siklus hidup nyamuk sejak dari tempat penampungan air hingga mencegah gigitan nyamuk pada manusia.
Apa Itu 3M Plus?
Gerakan 3M Plus merupakan metode pencegahan yang terbukti efektif dan mudah dilakukan di rumah maupun lingkungan sekitar. Berikut penjelasan lengkapnya:
3M:
1. Menguras dan Menyikat
Membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, dan ember secara rutin minimal satu minggu sekali untuk menghilangkan jentik nyamuk.
2. Menutup Rapat
Menutup rapat-rapat semua wadah penampungan air untuk mencegah nyamuk masuk dan bertelur di dalamnya.
3. Mengurangi Barang Berpotensi Menampung Air
Mendaur ulang barang bekas seperti kaleng, botol plastik, dan ban bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Plus:
– Memelihara ikan pemakan jentik di kolam dan penampungan air.
– Menggunakan obat anti nyamuk seperti aerosol, olesan, atau bakar.
– Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah.
– Mengadakan gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin.
– Memeriksa dan memastikan tempat penampungan air dalam kondisi bersih dan tertutup rapat.
– Menyimpan pakaian bekas dalam wadah tertutup agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
– Menggunakan larvasida (seperti bubuk abate) pada penampungan air yang sulit dikuras.
– Memperbaiki saluran air yang tersumbat dan tidak lancar supaya tidak terjadi genangan.
– Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai, dan zodia.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melakukan langkah-langkah pencegahan ini. Ingat, DBD bisa dihindari kalau kita dan keluarga serius melakukannya mulai dari rumah,” tegas dr. Diana.
Selain itu, Puskesmas Mubune juga berharap masyarakat dapat berperan sebagai kader kesehatan dalam aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Melalui kerjasama dan gotong royong, diharapkan kasus DBD di Likupang Barat dapat ditekan seminimal mungkin.
Mari bersama-sama menjadikan gerakan 3M Plus sebagai kebiasaan sehari-hari. Pencegahan DBD bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Jangan biarkan genangan air di sekitar rumah menjadi celah masuknya nyamuk penyebar penyakit ini. Dengan langkah kecil yang konsisten, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan terhindar dari ancaman DBD.