MINUT, JENDELASULUT.COM — Visi Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, untuk mengubah wilayahnya menjadi “Surga Investasi” khususnya di sektor pariwisata, bukan lagi sekadar janji kampanye. Melalui kerja keras, komitmen, dan pendekatan yang pro-bisnis, kabupaten itu kini semakin mendekati kenyataan sebagai magnet investasi bertaraf global. Prestasi terbaru yang membanggakan adalah dipastikannya investasi jaringan resort internasional ternama, Club Med, di Minahasa Utara.
Kepastian monumental ini diperoleh setelah serangkaian komunikasi dan pertemuan intensif yang dipimpin langsung oleh Bupati Joune Ganda. Komitmen Club Med untuk memulai tahap pembangunannya pada tahun 2026 ditegaskan dalam audiensi akhir pekan lalu di kediaman pribadi Bupati di Desa Kaima. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan pengembang, yaitu PT. Cakra Guna Darma Eka dan PT. Cakra Kema Development, yang melaporkan perkembangan investasi di Kecamatan Kema, khususnya di Desa Waleo dan Desa Makalisung.
Rencananya, tahap pertama pembangunan Club Med akan menempati lahan seluas kurang lebih 50 hektar, sebuah proyek raksasa yang akan mentransformasi panorama pariwisata Sulawesi Utara.
Proses investasi ini adalah buah dari diplomasi dan negosiasi yang telah dirintis sejak lama. Jejak awalnya terbentuk pada pertemuan tingkat tinggi antara Bupati Joune Ganda dengan Henri Giscard D’Estaing, Chairman/CEO Club Med, di ruang VVIP Bandara Sam Ratulangi pada Agustus 2023 silam. Pertemuan strategis itu kemudian berlanjut dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak pengembang Paradise Indonesia dan manajemen Club Med di Jakarta.
Bupati Joune Ganda mengungkapkan, antusiasme Club Med sangat tinggi, yang dibuktikan dengan kesiapan mereka menggelontorkan investasi dalam jumlah sangat besar. Selain keindahan alam Likupang yang memukau, daya tarik utama bagi investor adalah kemudahan, kecepatan, dan profesionalisme sistem perizinan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinannya.
“Jika tidak ada aral melintang, tahun ini sudah akan ada proses pembangunan Club Med di Minut,” tegas Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Sekjen Apkasi. Ia menegaskan kesiapannya untuk memberikan pelayanan administrasi prima serta menjamin keamanan dan kelancaran seluruh tahap pembangunan.
Investasi triliunan rupiah ini dipastikan akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Lokasi yang dipilih pun bukan asal, melainkan telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan pariwisata.
Kehadiran Club Med di Desa Waleo dan Makalisung akan membuka lapangan pekerjaan yang luas, menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, dan mendorong berkembangnya usaha-usaha pendukung seperti kuliner, transportasi, dan kerajinan tangan. Efek multiplier dari investasi kelas dunia ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara secara berkelanjutan.
Dalam setiap pertemuan dengan investor, seperti yang terakhir ini, Bupati Joune Ganda selalu didampingi oleh jajaran perangkat daerah terkait, seperti Kepala Dinas PUPR Minut, Alfons Tintingon, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan dukungan penuh dan memastikan semua proses berjalan lancar.
Dengan langkah konkret ini, janji Kabupaten Minahasa Utara sebagai “Surga Investasi” semakin nyata. Keberhasilan menarik Club Med bukanlah titik akhir, melainkan pintu gerbang yang akan membuka minat investor-investor global lainnya, mengukuhkan posisi Minahasa Utara secara keseluruhan sebagai destinasi pariwisata premium di kawasan Asia Tenggara. Kerja keras dan kepemimpinan Bupati Joune Ganda telah membawa wilayahnya ke peta investasi dunia.