Minahasa Utara — Layanan kesehatan bagi bayi prematur dan bayi dengan kebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Likupang Barat kini mendapat angin segar. UPTD Puskesmas Mubune secara resmi menerima bantuan satu unit inkubator dari POR Maesa Indonesia, sebuah organisasi/komunitas yang peduli terhadap peningkatan fasilitas kesehatan di daerah.
“Bantuan yang tiba pada Jumat, 8 Mei 2026, langsung disambut dengan penuh syukur oleh Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, beserta seluruh staf dan tenaga medis. Inkubator ini menjadi alat vital yang sangat dibutuhkan, mengingat Puskesmas Mubune kerap menangani rujukan kasus kelahiran prematur serta bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dari sejumlah desa di sekitarnya.”
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POR Maesa Indonesia. Bantuan satu unit inkubator ini bukan sekadar alat, tetapi sebuah harapan baru bagi keselamatan bayi-bayi di wilayah kami. Selama ini, kami harus merujuk pasien ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh. Dengan inkubator ini, kami bisa memberikan perawatan awal yang lebih optimal sebelum merujuk atau bahkan menangani kasus ringan hingga stabil,” ujar Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran inkubator akan sangat mendukung program pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang selama ini menjadi prioritas Puskesmas. Alat ini akan ditempatkan di ruang perawatan khusus, dan para bidan serta perawat telah disiapkan untuk mengoperasikannya.
POR Maesa Indonesia, selaku pemberi bantuan, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung fasilitas kesehatan di kabupaten Minahasa Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap percepatan penurunan angka kematian bayi.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Kesehatan pun mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut. “Ini sinergi yang luar biasa. Peran serta masyarakat dan organisasi seperti POR Maesa Indonesia sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah,” ucap salah satu perwakilan Pemkab Minut.
Dengan adanya inkubator ini, Puskesmas Mubune diharapkan dapat lebih optimal menjalankan fungsinya sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang andal, khususnya dalam menangani kegawatdaruratan neonatal. (*)