MINUT, JENDELASULUT.COM — Di tengah hamparan hutan mangrove yang menghijau di Pelabuhan Wisata Mangrove, Desa Sarawet, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (30/1/2026), pemandangan lain yang tak kalah penting tersaji. Kejaksaan Negeri Minahasa Utara hadir langsung di tengah masyarakat pesisir melalui program Jaksa Sahabat Nelayan (JSN). Sosialisasi yang mengangkat tema ”Membentuk Nelayan Melek Hukum dalam Rangka Penguatan Bio Regional Sektor Maritim” ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti sinergi konkret antara penegak hukum dan pemerintah daerah untuk mengangkat harkat hidup nelayan.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan Negeri Minahasa Utara, yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Ivan Day, SH, dalam mendukung program strategis nasional, khususnya swasembada pangan dan penguatan ekonomi biru. Kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Minahasa Utara semakin mempertegas bahwa pemberdayaan nelayan memerlukan pendekatan dari berbagai sisi, tidak hanya infrastruktur tapi juga aspek hukum dan pengetahuan.
Dalam pemaparannya, Ivan Day menekankan bahwa esensi JSN melampaui tugas konvensional kejaksaan. “Inisiatif Jaksa Sahabat Nelayan bukan sekadar untuk penegakan dan perlindungan hukum semata. Lebih dari itu, kami ingin membangun paradigma modern di kalangan nelayan. Modern dalam mengelola potensi, memanfaatkan bantuan, dan memahami regulasi, tanpa harus meninggalkan kearifan lokal yang sudah turun-temurun,” ujarnya.
Ia menyoroti paradoks yang terjadi di Minahasa Utara. Wilayah dengan luas perairan dan potensi maritim yang besar, ternyata masih menyimpan problem klasik: kesejahteraan nelayan yang belum optimal. “Salah satu akar masalahnya adalah minimnya pengetahuan hukum dan pengelolaan potensi. Banyak nelayan yang belum memahami kewajiban keselamatan kerja atau tata kelola bantuan perikanan. Alih-alih sejahtera, bantuan itu malah bisa menjerat mereka dalam masalah hukum karena ketidaktahuan,” jelas Ivan Day dengan gamblang.
Acara tersebut tidak hanya berfokus pada masalah, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang dan program strategis terkini. Ivan Day menyampaikan sejumlah isu penting yang sedang berkembang, seperti kebijakan Penangkapan Ikan Terukur yang bertujuan menjaga kelestarian stok ikan, program modernisasi armada dan sarana tangkap, hingga inisiatif pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih. Yang tak kalah menarik adalah pembahasan mengenai potensi blue energy atau energi biru sebagai bagian dari ekonomi biru yang berkelanjutan.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minahasa Utara, Jack Paruntu, SE, MPd. Dalam sambutannya di hadapan audiens yang terdiri dari Kelompok Nelayan Perempuan Elang Laut, Kelompok Petani Mangrove Rhizopora, dan Kelompok UMKM Wanita Desa Sarawet, Jack mengapresiasi tinggi program JSN. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan program kami. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk benar-benar membangun potensi masyarakat nelayan. Selama ini, optimalisasi potensi perikanan kita masih terhambat berbagai hal, termasuk aspek hukum. Kehadiran Jaksa Sahabat Nelayan menjadi pendorong yang sangat berarti,” ungkapnya.
Antusiasme terpancar dari perwakilan pemerintah dan masyarakat Desa Sarawet. Hukum Tua (Kepala Desa) Sarawet, Hery Tongkukut yang hadir langsung menyambut baik dan merasa tersentuh dengan inisiatif Kejaksaan. “Kami sangat terkesan. Ternyata Kejaksaan sangat peka terhadap problematika kami, masyarakat nelayan di pesisir. Dengan segala potensi dan masalahnya, kegiatan ini bisa menjadi solusi komprehensif. Bukan hanya menyelesaikan masalah hukum, tapi juga diharapkan bisa menciptakan peningkatan hasil tangkapan dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi warga desa,” tuturnya penuh harap.
Kegiatan JSN yang telah beberapa kali digelar ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini berhasil membangun pola pikir (mindset) baru di kalangan nelayan, bahwa memahami hukum adalah bagian dari investasi untuk melindungi diri, keluarga, dan mata pencaharian mereka. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, Kejaksaan Negeri Minahasa Utara melalui Jaksa Sahabat Nelayan berupaya merajut kepercayaan dan menjadi mitra nelayan dalam mengarungi laut kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.