Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Kepedulian kepada Rakyat: Dr. Joune Ganda Hadirkan Solusi Nyata Jelang Idul Fitri

1456
×

Kepedulian kepada Rakyat: Dr. Joune Ganda Hadirkan Solusi Nyata Jelang Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COM — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, denyut nadi perekonomian di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tidak hanya diukur dari kesibukan pasar, tetapi juga dari kehadiran nyata seorang pemimpin di tengah-tengah warganya. Di tengah kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi saat bulan suci, Pemerintah Kabupaten Minut melalui Dinas Perdagangan bergerak cepat. Tak sekadar program seremonial, mereka menghadirkan oase di tengah hiruk-pikuk ekonomi: Pasar Murah Bersubsidi.

Program yang langsung dibuka oleh Bupati Minut, Dr. Joune J.E Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, di halaman Kantor Hukum Tua Desa Kauditan 1, Kecamatan Kauditan pada Jumat (13/03/2026) pagi itu, sontak menjadi perhatian publik. Bukan tanpa sebab, antusiasme warga terlihat sejak pagi. Mereka datang dengan membawa tas belanja, berharap bisa membawa pulang bahan pokok dengan harga yang tak membebani kantong.

Bagi warga Minahasa Utara, sosok Dr. Joune Ganda memang dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya duduk di balik meja kerja. Kehadirannya di Kauditan kali ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir sebagai solusi. Dalam sambutannya, Bupati berusia 52 tahun itu menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk intervensi pasar yang didanai langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Kami memberikan subsidi agar kebutuhan pokok dapat diakses dengan harga yang lebih murah. Terutama bagi umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri, kami ingin memastikan bahwa hari raya dapat dirayakan dengan sukacita tanpa terbebani oleh mahalnya harga sembako,” ujar Bupati Joune Ganda dengan nada penuh empati, disambut tepuk tangan riuh warga yang berdesakan antre di lokasi.

Orang nomor satu di Minut itu menjelaskan, pasar murah bersubsidi ini tidak hanya berlangsung di Kauditan. Rencananya, kegiatan serupa akan bergulir secara bertahap di 10 kecamatan se-Kabupaten Minahasa Utara. Dengan jadwal padat yang dimulai 21 hingga 31 Maret 2026, pemerintah memastikan pemerataan akses pangan murah hingga ke pelosok.

“Kita harapkan ini bisa terdistribusi sebaik mungkin. Jangan ada satu orang ambil terlalu banyak, agar makin banyak masyarakat yang menerima manfaat. Subsidi ini kita berikan dalam rangka membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mengendalikan harga komoditas yang paling diminati menjelang Lebaran,” tegasnya.

Tak lupa, Bupati Joune Ganda menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bulog yang telah bersinergi dan turut membantu menyiapkan pasokan kebutuhan pokok, sehingga kelancaran program ini dapat terjamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Minut, Drs. Sinpersli Maximelian Tapada, M.Sc, dalam laporannya merinci bahwa kolaborasi dengan Bulog menjadi kunci suksesnya penyediaan stok. “Kami berusaha menjangkau seluruh wilayah agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal. Dengan jadwal yang padat ini, kami optimis bisa meredam gejolak harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dengan harga yang bersahabat,” jelas Kadis Tapada.

Salah seorang ibu rumah tangga asal Kauditan, Maria Lumintang, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan keranjang belanjaan penuh berisi beras, minyak, dan telur, ia mengaku sangat terbantu. “Harga di pasar naik semua, Bu. Di sini jauh lebih murah. Alhamdulillah, Bupati Joune benar-benar perhatikan kami,” ujarnya sumringah.

Kegiatan pembukaan pasar murah ini turut dihadiri oleh Asisten II Pemkab Minut Robby Parengkuan, SH, perwakilan dari Bulog, Camat Kauditan Vilma Anthonie SH, MH, jajaran Dinas Perdagangan Minut, serta Hukum Tua Desa Kauditan 1 beserta perangkat desa setempat. Kehadiran para pejabat ini menandakan keseriusan dan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintahan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara.

Berikut daftar komoditas dan harga yang dijual dalam program Pasar Murah Bersubsidi di Minahasa Utara, yang jauh di bawah harga eceran tertinggi di pasaran:

1. Beras Premium: Rp 44.500
2. Minyak goreng: Rp 12.000
3. Telur Ayam: Rp 53.000
4. Gula pasir: Rp 9.300
5. Tepung terigu: Rp 6.500
6. Cabai rawit: Rp 50.000
7. Bawang Merah: Rp 40.000
8. Bawang putih: Rp 34.000
9. Daging Ayam: Rp 30.000

Dengan langkah konkret ini, Dr. Joune Ganda kembali membuktikan bahwa kepemimpinan adalah tentang kehadiran. Di tengah hiruk-pikuk politik dan administrasi, ia memilih untuk turun, mendengar, dan bertindak. Pasar murah ini bukan sekadar transaksi jual-beli; ia adalah simbol harapan bahwa di masa-masa sulit sekalipun, ada pemerintah yang tak pernah lelah mengayomi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *