Minahasa Utara – Di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah yang tengah dihadapi Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., mengambil sikap tegas. Ia meminta dan menekankan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat untuk tidak hanya berhenti pada rutinitas administrasi. Tuntutannya jelas: setiap pemimpin harus tampil inovatif dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Arahan orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Pemerintah Kecamatan Wori langsung merespons dengan aksi nyata. Mereka membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor mampu mengatasi keterbatasan finansial.
Camat Wori: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu
Camat Wori, Oktavianus Mayuntu, menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan publik yang optimal, sekaligus memacu pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Baginya, kendala anggaran bukanlah alasan untuk mandek.
“Kami tidak bisa hanya diam. Masyarakat butuh akses jalan yang layak, dan kami berkewajiban mencari solusi,” ujar Mayuntu.
Komitmen itu terbukti pada Jumat (1/5/2026) ketika perbaikan jalan penghubung antara Desa Wori dan Desa Kima Bajo berhasil dilaksanakan. Jalan ini selama beberapa waktu terakhir mengalami kerusakan yang mengganggu mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga akses layanan dasar.
Kolaborasi Solid: Dari Pemkab hingga Warga Swadaya
Yang membuat aksi ini menarik perhatian publik adalah model pelaksanaannya. Bukan melalui tender besar atau kontraktor pihak ketiga, melainkan kerja bakti kolektif yang melibatkan berbagai unsur. Oktavianus menjelaskan bahwa proyek perbaikan jalan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara:
· Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (melalui dukungan pengadaan material dan supervisi)
· Anggota Dewan Dapil 3
· TNI dan Polri
· Pemerintah Desa Wori dan Kima Bajo
· Masyarakat setempat
Kerja bakti dan pengadaan material dilakukan secara bersama-sama. Warga tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dengan inisiatif dan partisipasi swadaya.
“Ini Bentuk Kerja Nyata di Tengah Keterbatasan”
Dengan nada penuh keyakinan, Oktavianus menyatakan bahwa kerja-kerja seperti inilah yang saat ini sangat dibutuhkan.
“Kami berkolaborasi untuk memastikan akses mobilitas masyarakat tetap terjaga. Ini adalah bentuk kerja nyata di tengah keterbatasan yang ada,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Joune Ganda atas arahan strategis serta dukungan penuh, baik dalam pengadaan material maupun supervisi pembangunan yang memastikan pekerjaan berjalan tepat sasaran.
Tak lupa, penghargaan juga disampaikan kepada anggota Dewan Dapil 3, unsur TNI/Polri, jajaran pemerintah desa, serta yang tak kalah penting: warga Desa Wori dan Desa Kima Bajo yang telah berinisiatif dan berpartisipasi aktif secara swadaya.
Gotong Royong: Bukan Sekadar Solusi, Tapi Kekuatan Inti Membangun Desa
Di akhir pernyataannya, Oktavianus Mayuntu menyentuh aspek yang lebih mendalam. Baginya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat bukan sekadar cara darurat untuk menyelesaikan masalah infrastruktur. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai kekuatan inti dalam membangun desa.
“Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus kekuatan kita dalam membangun desa. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Pelajaran bagi Daerah Lain
Aksi nyata di Kecamatan Wori menjadi contoh bahwa kepemimpinan yang inovatif dan adaptif—seperti yang ditekankan Bupati Joune Ganda—dapat diwujudkan dalam langkah-langkah konkret. Di tengah efisiensi anggaran yang melanda banyak daerah, kolaborasi lintas sektor dan penguatan modal sosial berupa gotong royong terbukti mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Publik kini menanti apakah aksi serupa akan ditiru oleh OPD dan kecamatan lain di Minahasa Utara. Satu hal yang pasti: Wori telah lebih dulu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari kreativitas dan kebersamaan.