NASIONAL, JENDELASULUT.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi senyap yang menyedot perhatian publik. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut sukses menangkap Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari, dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (9/3/2026) malam .
Kabar penangkapan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong ini awalnya santer beredar di media sosial dan kalangan wartawan, sebelum akhirnya mendapatkan konfirmasi resmi dari pimpinan KPK.
“Benar, Bupati Rejang Lebong,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (10/3/2026) dini hari .
✅ Operasi Malam yang Mendadak Heboh
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, operasi tangkap tangan ini terjadi di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Bupati Fikri Thobari dikabarkan diamankan saat sedang menghadiri sebuah acara peringatan ulang tahun . Kejadian mendadak ini sontak membuat geger para pejabat daerah dan aparat penegak hukum yang hadir di lokasi.
Meski lokasi kejadian berada di Bengkulu Selatan, proses pemeriksaan awal justru tidak hanya terpusat di satu titik. Sejumlah pihak yang diamankan langsung digelandang ke sejumlah kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polresta Bengkulu dan Mapolres Kepahiang menjadi dua lokasi utama yang digunakan tim KPK untuk melakukan pemeriksaan awal .
Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, membenarkan adanya peminjaman ruangan di markasnya. “Di Mapolres sifatnya kami hanya memfasilitasi tempat atau ruangan untuk proses pemeriksaan,” ujarnya kepada para wartawan . Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah kendaraan keluar-masuk area Mapolres Kepahiang hingga Selasa dini hari, menambah ketegangan suasana malam itu .
✅ Bukan Hanya Bupati: Pengusaha dan Kadis PU Ikut Diamankan
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto memang belum merinci jumlah dan identitas pihak lain yang ikut dijaring dalam OTT tersebut. Namun, sumber terpercaya di lapangan menyebutkan bahwa tim KPK tidak hanya membawa pulang Bupati. Sebelum menangkap Fikri Thobari, penyidik dilaporkan lebih dulu mengamankan seorang pengusaha dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Rejang Lebong .
Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong juga dikabarkan turut diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Kepahiang . Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari KPK mengenai luasnya jaring operasi ini, termasuk apakah istri Bupati yang disebut-sebut ikut dibawa ke Kota Bengkulu benar-benar berstatus sebagai saksi atau pihak lain .
✅ Proses Hukum: Segera Terbang ke Jakarta
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap. Sesuai prosedur, para terjaring OTT ini akan segera diterbangkan ke Jakarta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
“Para pihak yang ditangkap saat ini sedang diperiksa intensif,” kata sumber iNews.id di lapangan, seraya menambahkan bahwa rencananya mereka akan dibawa ke Jakarta pada hari ini juga . Langkah ini diambil agar proses pendalaman perkara bisa berlangsung lebih kondusif dan terfokus.
✅ Isu Korupsi yang Membayangi Rejang Lebong
OTT yang menjerat Bupati Rejang Lebong ini terjadi di tengah mengemukanya sorotan publik terhadap pengelolaan anggaran di daerah tersebut. Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong tengah gencar menyelidiki sejumlah dugaan korupsi besar. Tiga perkara yang tengah dipanaskan Kejari adalah dugaan korupsi dana Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada senilai Rp26 miliar, dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp78 miliar, dan pengelolaan anggaran PDAM Tirta Bukit Kaba yang mencapai miliaran rupiah .
Selain Kejari, Polres Rejang Lebong juga disebut tengah menggodok dua perkara korupsi terkait dana desa . Meski demikian, hingga saat ini KPK masih bungkam mengenai jenis perkara yang menjerat Bupati Fikri Thobari. Apakah OTT ini terkait dengan kasus-kasus yang sedang diselidiki oleh aparat penegak hukum setempat, atau merupakan kasus baru yang berdiri sendiri, masih menjadi tanda tanya besar.
✅ Masyararaat Menanti Transparansi
Tokoh pemuda Rejang Lebong, Elvandi Putra, menyambut positif langkah tegas KPK ini. Ia berharap penegakan hukum di daerahnya bisa berjalan tanpa tebang pilih. “Kami mendukung penuh aparat penegak hukum untuk membongkar kasus-kasus ini secara terang benderang. Publik berhak tahu ke mana uang rakyat mengalir,” tegasnya, seperti dikutip dari Radar Informasi News .
Publik dan awak media kini menanti dengan penuh tanda tanya. Dari OTT ini, siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka? Dan yang terpenting, jeratan pasal apa yang akan disematkan KPK kepada Bupati Rejang Lebong dan kawan-kawan? Semua akan terjawab dalam konferensi pers resmi KPK yang diperkirakan akan digelar dalam waktu dekat setelah proses pemeriksaan 1×24 jam selesai. (*)