Scroll untuk baca artikel
BitungManadoNews

Kunjungan Kapal Perang Filipina BRP Artemio Ricarte (PS-37) Meriahkan Latma MTA Philindo 2025 di Bitung

443
×

Kunjungan Kapal Perang Filipina BRP Artemio Ricarte (PS-37) Meriahkan Latma MTA Philindo 2025 di Bitung

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Suasana hangat dan penuh persahabatan mewarnai Dermaga Utama Satrol Kodaeral VIII, Bitung, pada Minggu, 28 September, saat Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menyambut kedatangan kapal perang Angkatan Laut Filipina, BRP Artemio Ricarte (PS-37). Kedatangan kapal perang tersebut merupakan bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) Maritime Training Activity (MTA) Philindo 2025 antara TNI Angkatan Laut (AL) dan Philippine Navy.

Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral VIII mewakili Komandan Kodaeral VIII Laksamana Pertama (Laksda) TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., secara resmi menyambut kedatangan delegasi Philippine Navy yang dipimpin oleh Komandan Efren Ryan Fajardo, Perwira Penghubung Filipina di Manado, beserta sejumlah perwira dan bintara lainnya.

Prosesi Penyambutan yang Memukau

Kedatangan BRP Artemio Ricarte (PS-37) disambut dengan meriah melalui prosesi merplug yang atraktif oleh prajurit Satrol dan Yonmarhanlan VIII. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional Tetengkoren yang memukau para tamu undangan. Komandan BRP Artemio Ricarte (PS-37) Cdr Abram R Taguinod menerima pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan dan persahabatan. Sesi foto bersama pun menjadi momen penting untuk mengabadikan keakraban antara kedua angkatan laut.

Latma MTA Philindo 2025: Tingkatkan Kerja Sama Maritim

Latma MTA Philindo 2025, yang akan berlangsung hingga 3 Oktober 2025, bertujuan untuk meningkatkan koordinasi operasi maritim bersama antara TNI AL dan Philippine Navy. Latihan ini melibatkan KRI Lumba-lumba-881 dari TNI AL dan BRP Artemio Ricarte dari Philippine Navy. Materi latihan yang akan dilaksanakan meliputi Visit Board Search and Seizure (VBSS), casualty evacuation (CASEVAC), Maritime Domain Awareness (MDA), serta berbagai latihan di laut dan pertukaran budaya.

Komandan Efren Ryan Fajardo menyampaikan bahwa Latma ini merupakan wujud komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina. “Kami berharap latihan ini dapat meningkatkan profesionalisme prajurit kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan di laut,” ujarnya.

Sinergi untuk Stabilitas Kawasan

Latma MTA Philindo 2025 diharapkan dapat memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Filipina, khususnya di bidang keamanan maritim. Latihan ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan interoperabilitas antara TNI AL dan Philippine Navy dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan perbatasan.

Acara penyambutan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Dansatrol Kodaeral VIII, Komandan KRI Lumba-lumba-881, para Kasatker Kodaeral VIII, unsur Forkopimda Kota Bitung, Komandan Operasi Lorenzo C San Gabriel Jr PN (Komandan Operasi Tarakan), Sersan Mayor Lamberto Angel PN(M) (Komandan Operasi Marore), Sersan Mayor Ramil DL Diman PN(M) (Komandan Operasi Miangas), serta tamu undangan lainnya.

Dengan semangat kebersamaan dan persahabatan, Latma MTA Philindo 2025 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas keamanan maritim di kawasan dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Filipina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *