MINUT, JENDELASULUT.COM — Dalam upaya serius mewujudkan lingkungan yang berkelas dan mendukung visi nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara secara resmi meluncurkan dan mengukuhkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Pencanangan dilaksanakan dalam Apel Pagi yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (9 Februari 2026), yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Minut, Novly Wowiling.
Dalam sambutannya, Sekda Novly Wowiling menjelaskan bahwa pencanangan ini bukanlah program yang sama sekali baru, melainkan penguatan dan penyelarasan dari komitmen yang sudah berjalan. Gerakan ASRI di Minut merupakan kristalisasi dari program daerah JG-KWL (Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan) yang diinisiasi Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung, dengan program nasional Indonesia ASRI yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Atas inisiatif dan kepemimpinan Pak Bupati dan Wakil Bupati, kita kini secara resmi menyelaraskan dan memperkuat program JG-KWL berbasis desa dan kelurahan dengan Gerakan Indonesia ASRI. Ini adalah bukti nyata komitmen kuat pemerintah daerah tidak hanya menjalankan mandat nasional, tetapi juga melanjutkan dan mengangkat visi lokal yang sudah ada,” tegas Novly.
Ia menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap isu kebersihan, bahkan hingga hal-hal yang dianggap sederhana, merupakan sinyal kuat bahwa kebersihan lingkungan hendak dijadikan sebagai budaya dan karakter bangsa. Menurutnya, semua daerah harus merespons ini dengan aksi nyata, tidak terkecuali Minahasa Utara.
Lebih dari Sekadar Sampah: Tata Visual dan Estetika Kota
Gerakan ASRI di Kabupaten Minahasa Utara dirancang dengan cakupan yang luas. Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah dan kebersihan fisik semata, gerakan ini juga mencakup penataan atribut visual di ruang publik.
“Kita akan berbenah dalam hal penataan baliho, spanduk, dan media visual lainnya agar wilayah kita terlihat lebih rapi, tertata, dan nyaman dipandang. Ini sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap estetika kota,” jelas Novly. Penekanan pada aspek “Indah” ini menunjukkan pendekatan holistik dalam menata lingkungan.
Dampak Strategis bagi Pariwisata dan Ekonomi
Sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Sulawesi Utara, penerapan Gerakan ASRI memiliki nilai strategis yang tinggi. Sekda Novly Wowiling menyadari betul bahwa kualitas lingkungan merupakan modal utama dalam menarik kunjungan wisatawan.
“Minahasa Utara terus berkembang sebagai destinasi pariwisata dan venue untuk pertemuan (MICE). Dukungan infrastruktur seperti hotel dan kawasan wisata juga terus bertumbuh. Lingkungan yang bersih, sehat, dan asri adalah daya tarik pertama yang dirasakan wisatawan. Jika mereka nyaman, mereka akan betah dan kembali. Ini yang harus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Dengan sinergi antara Gerakan Nasional Indonesia ASRI dan Program Daerah JG-KWL, Pemkab Minut optimis dapat menciptakan lompatan dalam tata kelola lingkungan. Harapannya, Minahasa Utara tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan budaya bersih, tertib, dan berestetika yang mendarah daging di masyarakat dan pemerintahan, sehingga secara berkelanjutan meningkatkan daya saing daerah di kancah regional dan nasional.