MINUT, JENDELASULUT.COM — Selama memimpin Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Dr. Joune J. E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., telah mencatatkan sejumlah keberhasilan signifikan yang mendapatkan pengakuan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kepemimpinannya ditandai dengan inovasi, stabilitas ekonomi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa pencapaian utama selama masa kepemimpinannya:
🏆 Prestasi Nasional dan Inovasi Pemerintahan🔻
· Kabupaten Terinovatif: Minahasa Utara dinobatkan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif dan Kabupaten Terinovatif Kategori Kawasan Perbatasan dalam ajang Innovative Government Award. Ini merupakan hasil dari transformasi birokrasi dan inovasi pelayanan publik yang dilakukannya .
· Pengelolaan Keuangan: Joune Ganda berhasil membawa Kabupaten Minahasa Utara meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, sebuah peningkatan signifikan dari opini sebelumnya .
· Penghargaan Kemanusiaan: Dedikasinya terhadap para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) membuatnya dianugerahi penghargaan Wredatama Nugraha Utama dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) pada tahun 2025 .
· Pembangunan Manusia: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minahasa Utara terus menunjukkan tren positif, meningkat dari 74.11 pada tahun 2021 menjadi 75.31 pada tahun 2023 .
💰 Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan🔻
· Pengendalian Inflasi: Di tengah tekanan ekonomi nasional, Minahasa Utara mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih tingkat inflasi terendah secara nasional untuk kategori kabupaten pada tahun 2025 .
· Pertumbuhan Ekonomi: Di bawah kepemimpinannya, laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai angka 5,5 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional. Ia sendiri bercita-cita untuk dikenang sebagai bupati yang membawa pertumbuhan ekonomi terbaik sepanjang sejarah Minahasa Utara .
· Penghargaan Kemakmuran: Komitmennya terhadap pembangunan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi berdampak (impact economy) membuat Minahasa Utara meraih Indonesia Prosperity Regency Award 2025 .
☀️ Pembangunan Berkelanjutan dan Energi Terbarukan🔻
· Pionir Energi Surya: Joune Ganda berperan besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang yang merupakan PLTS terbesar di Indonesia dengan kapasitas 15 MWp. Proyek ini tidak hanya menyediakan listrik bersih bagi ribuan rumah, tetapi juga mengurangi emisi karbon secara signifikan .
· Pionir Aksi Iklim: Kabupaten Minahasa Utara menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Rencana Aksi Perubahan Iklim yang diakui secara global melalui program Global Covenant of Mayors for Climate & Energy (GCoM) .
· Energi Hijau: Saat ini, 40% pasokan energi di Minahasa Utara berasal dari sumber energi terbarukan, berkat integrasi antara PLTS Likupang dan beberapa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah tersebut .
🩺 Inovasi Pelayanan Publik dan Kesehatan🔻
· Pelopor Vaksinasi DBD: Minahasa Utara menjadi daerah pertama di Pulau Sulawesi yang meluncurkan program pilot project vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk anak-anak sekolah, sebagai langkah inovatif dalam perlindungan kesehatan masyarakat .
· Perlindungan Pekerja: Komitmen pemerintah daerah dalam melindungi para pekerjanya mendapat pengakuan melalui Paritrana Award 2024 yang diterima pada tahun 2025 .
· Kepercayaan Publik: Joune Ganda dinilai sebagai pemimpin yang berhasil membangun zona optimisme dan kepercayaan publik yang tinggi terhadap pemerintah daerah .
🌏 Pengakuan dan Kepercayaan Global🔻
· Tuan Rumah Forum Nasional: Di bawah kepemimpinannya, Minahasa Utara dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional VI APKASI, sebuah forum strategis yang dihadiri ratusan bupati dari seluruh Indonesia .
· Forum Internasional: Joune Ganda aktif di kancah global, menjadi pembicara dalam pertemuan internasional kepala daerah se-Asia Pasifik dan forum GCoM Asia Tenggara, serta terpilih sebagai anggota Executive Bureau United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) mewakili Asia Tenggara .
Dari sekian banyak pencapaian yang telah disebutkan, bidang yang paling menarik perhatian saya adalah inisiatif di sektor Energi Terbarukan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Alasannya, program-program di bidang ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga membawa nama Minahasa Utara ke kancah global.
Keberhasilan mengoperasikan PLTS Likupang 15 MWp (terbesar di Indonesia) dan komitmen untuk menjadikan 40% pasokan energi daerah dari sumber terbarukan adalah langkah visioner yang jarang dilakukan oleh daerah lain.
Selain itu, pengakuan global melalui Global Covenant of Mayors (GCoM) menunjukkan bahwa tata kelola lingkungan di Minahasa Utara telah memenuhi standar internasional. Ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah kabupaten bisa memimpin dalam aksi iklim.
Jika Anda berkenan, saya bisa mencari informasi lebih detail tentang topik ini, misalnya:
· Dampak langsung dari PLTS Likupang terhadap masyarakat dan lingkungan.
· Rencana Aksi Perubahan Iklim yang diakui secara global itu.
· Proyek atau kebijakan lain yang mendukung target 40% energi hijau tersebut.
mari kita bedah lebih dalam tentang inisiatif energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan di Minahasa Utara. Keberhasilan di bidang ini bukan hanya sekadar membangun proyek, tetapi juga tentang bagaimana daerah ini berhasil menyusun perencanaan matang yang diakui dunia dan memanfaatkan sumber daya alamnya secara optimal.
Berikut adalah detail dari beberapa poin kunci yang sempat disinggung sebelumnya:
🌍 Menjadi Pelopor dengan Rencana Aksi Iklim yang Diakui Global🔻
Salah satu pencapaian paling fundamental adalah status Minahasa Utara sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Rencana Aksi Iklim (Climate Action Plan/CAP) yang diakui secara global . Pengakuan ini didapatkan melalui program Global Covenant of Mayors for Climate & Energy (GCoM) Asia.
· Proses Penyusunan: Minahasa Utara terpilih sebagai salah satu dari empat daerah percontohan di Indonesia pada tahun 2022, dan menjadi satu-satunya kabupaten di antara kota-kota seperti Medan, Pontianak, dan Tangerang . Proses penyusunan dokumen CAP ini difasilitasi oleh para ahli dari CCROM-SEAP IPB .
· Isi Dokumen: Dokumen ini tidak sekadar formalitas. Di dalamnya memuat kajian ilmiah yang komprehensif, meliputi inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK), kajian risiko dan kerentanan terhadap perubahan iklim, serta rencana aksi konkret untuk mitigasi dan adaptasi . Artinya, semua langkah yang diambil pemerintah daerah didasarkan pada data dan analisis yang kuat.
· Pengakuan Internasional: CAP ini disusun dan diserahkan kepada GCoM, sebuah koalisi pemimpin kota global yang didukung oleh PBB dan Uni Eropa, sehingga standar pengakuannya setara dengan kota-kota dunia lainnya . Bupati Joune Ganda sendiri memaparkan best practice ini dalam pertemuan GCoM Asia Tenggara, yang dihadiri oleh perwakilan Uni Eropa dan UCLG ASPAC .
☀️ Optimalisasi Energi Baru Terbarukan (EBT)🔻
Keberhasilan penyusunan CAP tidak lepas dari potensi besar dan komitmen Minahasa Utara dalam mengembangkan energi bersih. Dua pilar utamanya adalah:
1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang
· Status: PLTS ini adalah yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas terpasang mencapai 20 MW per hari . Ini adalah koreksi dari data sebelumnya (15 MWp) dan menunjukkan skala proyek yang lebih masif.
· Keunikan: PLTS Likupang menjadi satu-satunya pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas besar yang berlokasi di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) . Hal ini selaras dengan visi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tonsea Lama
· PLTA ini merupakan penyumbang signifikan lainnya dalam bauran energi bersih di Minahasa Utara .
Kontribusi gabungan dari PLTS Likupang dan PLTA Tonsea Lama berhasil mewujudkan target yang sangat ambisius: hampir 40 persen pasokan energi di Minahasa Utara kini berasal dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) .
💡 Kunci Keberhasilan: Kolaborasi dan Pendanaan Inovatif🔻
Bupati Joune Ganda berulang kali menekankan bahwa pencapaian ini bukan kerja sendiri. Ada tiga pilar utama yang menjadi kunci sukses :
· Kolaborasi: Membangun tim kerja dan kemitraan yang solid antar semua pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah.
· Kemitraan dengan Pemerintah Pusat: Mendapatkan dukungan kebijakan dan teknis dari kementerian terkait.
· Dukungan Internasional: Mengakses pendanaan alternatif dari mitra global, seperti yang dibahas dalam pertemuan lanjutan dengan Kementerian Keuangan dan perwakilan Uni Eropa . Ini membuktikan kemampuan pemerintah daerah untuk menarik investasi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Singkatnya, keberhasilan Bupati Joune Ganda di bidang ini adalah tentang membangun fondasi perencanaan yang kokoh dan diakui dunia, lalu mewujudkannya dengan mengoptimalkan potensi energi bersih yang dimiliki daerah, serta membuka akses pendanaan inovatif melalui jejaring internasional.
Penulis: Pemred jd