Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNasionalNews

Minahasa Utara Ukir Sejarah: PAUD Sevenbafs School Jadi Model Digitalisasi Pendidikan Nasional

1576
×

Minahasa Utara Ukir Sejarah: PAUD Sevenbafs School Jadi Model Digitalisasi Pendidikan Nasional

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Dunia pendidikan Indonesia mencatat babak baru dengan peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Di tengah semarak acara berskala nasional yang diikuti oleh 205.472 satuan PAUD dari seluruh pelosok negeri, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) turut mengukir prestasi membanggakan.

PAUD Sevenbafs School, dengan segala keunggulan dan inovasinya, terpilih sebagai representasi PAUD di Indonesia yang berpartisipasi langsung dalam penerapan perdana Interactive Flat Panel (IFP), sebuah perangkat pembelajaran layar sentuh interaktif yang dirancang untuk merevolusi proses belajar-mengajar.

Terpilihnya PAUD Sevenbafs School menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Minahasa Utara. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulong, Dinas Pendidikan Minut dinilai mampu menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan sejak usia dini.

Peluncuran IFP oleh Presiden Prabowo yang dipusatkan di SMP Negeri 4 Kota Bekasi pada Senin, 17 November 2025, dan diikuti secara daring oleh ribuan sekolah dari seluruh Indonesia, menandai langkah besar pemerintah dalam pemerataan layanan pendidikan digital. Lebih dari sekadar perangkat teknologi, IFP adalah simbol perubahan paradigma dalam dunia pendidikan.

IFP: Mendorong Transformasi Pendidikan di Era Digital

IFP bukan sekadar alat bantu mengajar, melainkan sebuah platform interaktif yang membuka pintu menuju pengalaman belajar yang lebih menarik, efisien, dan relevan dengan perkembangan zaman. Peluncuran IFP oleh Presiden Prabowo memiliki sejumlah tujuan strategis:

– Mendorong Transformasi Digital Pendidikan: Memastikan fasilitas pembelajaran di sekolah, termasuk PAUD, mampu mengikuti perkembangan teknologi.

– Meningkatkan Kualitas Interaksi Guru dan Siswa: Menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui tampilan visual, animasi, dan aplikasi pembelajaran terpadu.

– Mengurangi Kesenjangan Teknologi Antar Daerah: Mewujudkan pemerataan fasilitas pendidikan modern hingga ke pelosok negeri.

– Mendukung Program Nasional Pendidikan Berbasis Digital: Membangun ekosistem pendidikan masa depan yang inovatif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan era digital.

Minahasa Utara Siap Sambut Era Pendidikan Digital

Sekertaris Daerah Ir Novly Wowiling, yang mewakili Bupati Joune Ganda dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada PAUD di Minahasa Utara. “Sarana percepatan digitalisasi untuk pembelajaran menjadi suatu keharusan,” ujarnya. “Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, karena PAUD di Kabupaten Minut boleh terpilih mengikuti pembelajaran bersama Presiden Prabowo.”

Kadis Pendidikan Minut, Jofieta Supit, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong pembelajaran digital di Minahasa Utara. “Nantinya kedepan masih akan kami data, agar pembelajaran digital ini menjadi suatu keharusan,” tegasnya, menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan visi pendidikan digital di daerahnya.

Kehadiran pejabat dari Kemendikbudristek, Pusdatin, Duta Teknologi Sulut, Kepala BPMP Sulut, serta para pengawas di PAUD Sevenbafs School menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap inisiatif ini. Diharapkan, penggunaan IFP dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Minahasa Utara dan seluruh Indonesia.

Inspirasi bagi Daerah Lain

Dengan terpilihnya PAUD Sevenbafs School, Minahasa Utara telah mengukir sejarah dan menunjukkan kesiapannya dalam menyambut inovasi pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.

Presiden Prabowo sendiri, dalam pengantarnya saat peluncuran, mengapresiasi kerja keras para guru, tenaga pendidik, dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan digitalisasi pembelajaran. Presiden berharap program ini dapat mendukung proses belajar siswa agar lebih efektif dan membuka akses yang lebih luas terhadap beragam pengetahuan.

“Sudah 75 persen dari semua sekolah di seluruh Indonesia sudah menerima panel interaktif. Dan Alhamdulillah panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat, belajar lebih cepat, punya akses kepada semua ilmu, semua bahan yang diperlukan,” ujar Presiden Prabowo.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menambahkan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan di seluruh pelosok negeri. Dengan adanya IFP, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *