Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Momen Sakral di Balik Jubah Doktor: Saat Rumbai Toga Dr. Joune JE Ganda Bergeser dari Kiri ke Kanan

5
×

Momen Sakral di Balik Jubah Doktor: Saat Rumbai Toga Dr. Joune JE Ganda Bergeser dari Kiri ke Kanan

Sebarkan artikel ini

Minut, jendelasulut.com — Suasana haru sekaligus khidmat menyelimuti prosesi wisuda saat Dr. Joune JE Ganda, SE., MAP., MM., M.Si., resmi menyandang gelar Doktor. Namun, di luar hiruk-pikuk tepuk tangan dan balutan jubah kebesaran akademik, satu momen menjadi pusat perhatian publik yang membawa makna mendalam: pemindahan tali (atau rumbai) toga dari sisi kiri ke sisi kanan.

Dalam tradisi akademik tinggi, momen pergeseran rumbai toga ini bukan sekadar gerakan simbolis belaka. Ia adalah ritual sakral yang menandai babak baru kehidupan. Tali yang semula menggantung di sisi kiri melambangkan masa penerimaan ilmu dan proses pembelajaran di bangku kuliah, di mana sang mahasiswa masih berada dalam naungan pendidikan. Namun, saat jumbai tersebut digeser ke pundak kanan, itu adalah vonnis resmi: sang mahasiswa telah tuntas menjalani seluruh beban studi dan secara sah bertransformasi dari seorang akademisi menjadi seorang profesional sejati yang siap mengabdikan ilmunya untuk masyarakat luas.

Bagi Dr. Joune, momen ini terasa jauh lebih istimewa. Di tengah kesibukannya memimpin roda pemerintahan sebagai Bupati Minahasa Utara, ia berhasil menuntaskan studi program doktoralnya dengan predikat tertinggi, Cumlaude (dengan pujian). Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi ganda—sebagai birokrat dan intelektual—dapat berjalan beriringan. Dengan tambahan gelar Doktor yang disandangnya, Dr. Joune semakin melengkapi portofolio akademisnya yang telah mengantongi berbagai gelar magister di bidang Ekonomi, Administrasi Publik, dan Manajemen.

Reaksi publik pun menyoroti makna di balik prosesi ini. Bagi masyarakat Minahasa Utara, kenaikan tali toga ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga sebuah legitimasi intelektual yang memperkuat fondasi kepemimpinan daerah. Banyak warga dan rekan sejawat yang hadir menyebut bahwa capaian ini adalah modal berharga untuk membawa Minahasa Utara menuju arah yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing.

“Semoga ilmu yang diraih menjadi berkah dan semakin menguatkan langkah dalam memimpin untuk kemajuan Minahasa Utara,” ucap narasi inspiratif yang menggema di antara para simpatisan. Publik berharap, peraihan gelar Doktor dengan predikat Cumlaude ini tidak berhenti sekadar di atas mimbar, tetapi menjadi energi baru dalam merumuskan kebijakan pro-rakyat, menggerakkan birokrasi yang dinamis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai.

Dr. Joune pun mengakhiri prosesi dengan senyum penuh syukur, melangkah keluar ruang sidang dengan toga yang kini rumbainya berada di sisi kanan—sebuah penanda bahwa mulai detik itu, ia bukan lagi sekadar mahasiswa, melainkan seorang Doktor yang siap membawa perubahan nyata.

Selamat dan sukses, Dr. Joune JE Ganda! Semangat baru, ilmu yang menginspirasi, dan kepemimpinan yang membanggakan untuk Minahasa Utara!

Penulis: Rukminto Rachman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *