Jendelasulut.com, Minut — Banjir yang melanda wilayah kerja Puskesmas Likupang, tepatnya di Desa Sarawet (Kualabatu) dan Desa Likupang 1 (Batuwoka) pada 22/3, telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memaksa warga mengungsi. Sebagai bentuk respon cepat, Puskesmas Likupang telah mengerahkan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat kepada warga terdampak.
Tim medis yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang siap memberikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang membutuhkan. Mereka berkoordinasi dengan tim relawan dan aparat desa untuk menjangkau warga di lokasi terdampak. Prioritas pelayanan kesehatan difokuskan pada penanganan penyakit infeksi dan penyakit akibat air kotor, serta pemberian pertolongan pertama pada korban luka ringan.
“Kami telah menyiapkan posko kesehatan di Posko Kesehatan dan melakukan kunjungan door-to-door ke lokasi pengungsian,” ujar Kepala Puskesmas Likupang, dr. Helmy I Doodoh “Prioritas kami adalah memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga.”
Selain pelayanan kesehatan darurat, Puskesmas Likupang juga telah mendistribusikan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan kepada warga terdampak. Mereka juga memberikan edukasi tentang kesehatan dan kebersihan untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas,” tambah Helmy Kepala Puskesmas Likupang. “Kami akan terus memantau kondisi kesehatan warga terdampak dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik.”
Di sisi lain, pemerintah desa dan instansi terkait lainnya sedang melakukan upaya pemulihan dan penanggulangan dampak banjir. Mereka bekerja sama untuk membersihkan puing-puing, memperbaiki infrastruktur yang rusak, dan mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak banjir dan memastikan kesejahteraan warga terdampak. Semoga situasi ini dapat segera pulih dan kehidupan warga dapat kembali normal.