Airmadidi, jendelasulut.com — Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara pada Senin sore (6/7/2026). Ribuan mata tertuju pada panggung utama ketika Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Di tengah hiruk-pikuk kemeriahan yang berubah menjadi “lautan manusia”, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Airmadidi bergerak sigap. Di bawah komando langsung Kapolsek Iptu Deddy Kodoati, puluhan personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya acara yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 ini.
Pengamanan ketat dilakukan di sejumlah titik krusial, mulai dari pintu masuk lokasi, jalur lintasan tamu VVIP, hingga area parkir yang padat kendaraan. Personel juga diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan Alun-alun guna mengantisipasi kemacetan akibat tingginya mobilisasi tamu undangan, peserta kafilah, dan masyarakat umum yang memadati lokasi.
Perhelatan akbar yang mengusung tema “Membumikan Nilai-Nilai Qur’ani, Merawat Kerukunan dalam Bingkai Torang Samua Basudara” ini diikuti oleh 351 kafilah dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Mereka akan bertanding dalam 8 cabang lomba, mulai dari Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at, Hafalan, Tafsir, Fahmil, Syahril, Seni Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Pembukaan yang berlangsung megah itu turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda. Dalam sambutannya, Menteri Agama memuji tingginya indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara yang mencapai angka 81,62. Bupati Joune Ganda bahkan menyoroti fakta bahwa Ketua Panitia Pelaksana MTQ tahun ini adalah seorang Nasrani, sebagai bukti nyata toleransi di Bumi Nyiur Melambai.
Kapolsek Airmadidi, Iptu Deddy Kodoati, menyampaikan bahwa pengamanan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mendukung suksesnya acara keagamaan di wilayah hukumnya.
“Puji Tuhan, seluruh rangkaian pengamanan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara Polri, TNI, Panji-panji Yosua, serta panitia pelaksana yang bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar Iptu Deddy.
Ia menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya dilakukan saat seremoni pembukaan, tetapi akan berlangsung secara berkelanjutan selama pelaksanaan MTQ. “Pengamanan akan terus berlangsung selama pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026,” tutupnya.