JendelaSulut.com, MINUT — Menindaklanjuti instruksi Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune J.E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, bersama Wakil Bupati Minut, Kevin W. Lotulung, SH . MH, seluruh Puskesmas di Minut gencar melaksanakan pelayanan kesehatan. Dukungan penuh dari Kepala Dinas kesehatan Minut, dr. Stela Safitri M.Kes, menjadi penguat dalam menjalankan program-program penting yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Rabu, (12/2/2025)
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh masyarakat di Minut,” tegas dr. Geby, Kepala Puskesmas Airmadidi, yang menjadi contoh implementasi program kesehatan di tingkat desa.
Beberapa program kesehatan yang dijalankan oleh Puskesmas Airmadidi antara lain program imunisasi, program kesehatan ibu dan anak (KIA), program kesehatan reproduksi, program kesehatan jiwa, dan program pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P). “Program imunisasi diperkuat untuk mencegah penyakit menular seperti polio, campak, dan tetanus. Sedangkan program KIA memprioritaskan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak,” jelas dr. Stela.
Selain itu, Puskesmas Airmadidi juga memberikan edukasi dan layanan kesehatan terkait reproduksi dan kesehatan seksual melalui program kesehatan reproduksi. Sementara program kesehatan jiwa fokus pada peningkatan kesehatan mental dan pencegahan gangguan jiwa di masyarakat. “Program P2P menangani penyakit menular dan tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di desa,” tambah dr. Stela.
dr. Stela juga menekankan pentingnya dukungan dari Tenaga Kesehatan Desa (TKD) yang terdiri dari bidan desa, perawat desa. “TKD bertugas menjangkau masyarakat lebih dekat dan memberikan layanan kesehatan dasar di desa,” ujarnya. Dukungan lain yang membantu Puskesmas Airmadidi adalah jaring pengaman sosial yang memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dan rentan yang membutuhkan akses kesehatan, serta Kelompok Masyarakat (Kader Kesehatan) yang dilatih untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan di desa.
“Meskipun demikian, perlu diingat bahwa aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan di desa bisa bervariasi. Masyarakat diimbau untuk mengetahui layanan kesehatan yang tersedia di desa mereka,” imbau dr. Stela. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan pemerintah desa atau puskesmas untuk mendapatkan informasi terkini tentang program dan layanan kesehatan yang tersedia.
“Dengan komitmen dan upaya bersama, diharapkan layanan kesehatan di Minut dapat terus meningkat, sehingga terwujud masyarakat Minut yang sehat dan sejahtera,” pungkas dr. Stela.