Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Retret Kepala Daerah di IPDN Jatinangor: Pengawasan Kesehatan Ketat untuk Peserta Berisiko

180
×

Retret Kepala Daerah di IPDN Jatinangor: Pengawasan Kesehatan Ketat untuk Peserta Berisiko

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut com — Sebanyak 10 kepala daerah peserta Retret Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menjalani rangkaian kegiatan dengan pengawasan kesehatan yang sangat ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta, mengingat beberapa di antara mereka memiliki riwayat kesehatan tertentu. Minggu, (22/6/2025)

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menjelaskan bahwa peserta dengan kondisi medis khusus diberi penanda berupa pita berwarna. Lima kepala daerah menggunakan pita merah, menandakan kondisi medis yang memerlukan perhatian sangat ketat. Kondisi ini meliputi riwayat operasi besar, gangguan jantung, dan penyakit kronis lainnya yang memerlukan pengawasan intensif. Lima kepala daerah lainnya menggunakan pita kuning, yang menandakan kondisi yang membutuhkan pemantauan ringan hingga sedang, seperti anemia atau cedera ringan, misalnya cedera lutut.

Meskipun memiliki riwayat kesehatan, Wamendagri menegaskan bahwa seluruh peserta tetap diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan retret. Namun, panitia dan tim medis memberikan penyesuaian dan pengawasan khusus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mereka. “Beberapa peserta kita awasi secara khusus. Ada yang HB-nya rendah, ada yang lututnya cedera, ada juga yang pernah menjalani operasi besar,” ungkap Bima Arya.

Untuk menjamin aksesibilitas bagi semua peserta, panitia juga melakukan penyesuaian lokasi kegiatan. “Awalnya kelas dirancang di lantai tiga gedung baru. Tapi kalau ada peserta yang tidak mampu naik, akan kita geser ke tempat yang lebih aksesibel,” jelasnya. Sebagai contoh, Bupati Bengkulu Selatan, yang tetap mengikuti kegiatan meskipun harus berjalan pelan-pelan, dan peserta lain yang menggunakan alat bantu jalan, tetap dapat berpartisipasi aktif. “Kita pastikan semua bisa ikut. Prinsipnya fleksibel, tapi tetap disiplin,” tegas Wamendagri.

Agenda hari pertama retret difokuskan pada pengenalan lingkungan kampus IPDN dan tata tertib selama kegiatan berlangsung. Hal ini termasuk arahan terkait larangan didampingi ajudan, protokol, dan tim dokumentasi pribadi selama retret berlangsung. Wamendagri menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan kesetaraan di antara peserta, memastikan semua dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan aman, meski dengan kondisi kesehatan yang beragam. Pengenalan kampus dan aturan ini akan berlangsung hingga malam hari.

Langkah-langkah yang diambil oleh panitia retret ini menunjukkan komitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta, sekaligus menekankan pentingnya partisipasi aktif semua kepala daerah, tanpa mengabaikan kondisi kesehatan masing-masing. Penyesuaian dan pengawasan ketat ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan produktif bagi seluruh peserta retret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *