Minut, jendelasulut.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis, Kabupaten Minahasa Utara, secara resmi memulai rangkaian survei akreditasi secara daring bersama Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) pada Senin, 26 Oktober 2026. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan dan pertemuan bersama para surveior akreditasi sebagai langkah awal proses penilaian dan verifikasi mutu layanan rumah sakit.
Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, dr. Harrold Sepang, MARS, AIFO-K, menyampaikan bahwa survei akreditasi akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 26, 29, dan 30 Oktober 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit memastikan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kesiapan seluruh unit memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan.
“Pelaksanaan survei akreditasi ini menjadi momentum penting bagi rumah sakit untuk terus memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar, dengan tetap mengedepankan mutu dan keselamatan pasien,” ujar dr. Harrold dalam keterangan resmi yang dilansir dari akun resmi RSUD Maria Walanda Maramis.
Ia menambahkan bahwa survei akreditasi bukan hanya penilaian formal, tetapi juga sarana evaluasi bersama untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi kebutuhan masyarakat. Seluruh jajaran rumah sakit diharapkan mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan penuh komitmen dan kerja sama.
Melalui survei akreditasi daring bersama LAFKI, RSUD Maria Walanda Maramis menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, serta terpercaya bagi masyarakat Minahasa Utara.
Dengan semangat bersama meningkatkan mutu, RSUD Maria Walanda Maramis terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.