Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Sekjen Apkasi Tegaskan Komitmen Kawal 20 Butir Rekomendasi Demi Percepatan Pembangunan Daerah

183
×

Sekjen Apkasi Tegaskan Komitmen Kawal 20 Butir Rekomendasi Demi Percepatan Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COM — Berita ini menjadi perhatian publik karena menggambarkan langkah nyata dan komitmen pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis aspirasi masyarakat. Pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2026 di Jakarta, Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) resmi menyerahkan 20 rekomendasi hasil Rakernas XVII kepada pemerintah pusat melalui ketua umum mereka, Bursah Zarnubi, kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Momen ini berlangsung dalam sebuah acara yang sekaligus mempererat sinergi antara daerah dan pusat untuk mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Bursah Zarnubi menegaskan bahwa rekomendasi tersebut merupakan gambaran lengkap dari aspirasi kepala daerah di lapangan. Ia berharap poin-poin tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat sebagai dasar pertimbangan utama dalam penetapan kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat di daerah. “Rekomendasi ini merupakan potret utuh aspirasi teman-teman kepala daerah di lapangan. Kami berharap poin-poin ini menjadi perhatian utama dan bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan pusat,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti di situ, Sekjen Apkasi, Joune Ganda, menegaskan bahwa 20 butir sikap tersebut tidak akan sekadar menjadi dokumen administratif. Mereka berkomitmen untuk mengawal agar rekomendasi tersebut benar-benar diakomodasi dan dipertimbangkan secara serius oleh para pengambil keputusan di pusat, demi percepatan dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Mendagri Tito Karnavian merespons optimis atas langkah tersebut dan mengingatkan pentingnya pemulihan kepercayaan antara pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini merupakan kunci utama dalam memperkuat sinergi dan pembangunan nasional. Tito juga menyoroti dinamika tarik tambang antara semangat desentralisasi yang memberi kekuasaan kepada daerah dan dorongan sentralistik yang dipicu isu kebocoran anggaran di daerah, yang harus dikelola dengan bijaksana demi kepentingan rakyat.

Sementara itu, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, mengajak kepala daerah untuk memfokuskan perhatian pada hilirisasi potensi desa melalui penguatan koperasi desa, khususnya Koperasi Desa Merah Putih. Ia menargetkan terciptanya 5.000 desa ekspor sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam suasana bulan Ramadhan yang penuh berkah, acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan secara simbolis kepada enam anak yatim dari Yayasan Yatim Piatu Masjid Al Ikhwan di Lenteng Agung Timur, Jakarta Selatan. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi dan kebijakan, tetapi juga dari kepedulian sosial yang mendalam.

Kegiatan ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan nasional tetap menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, dan bahwa aspirasi daerah serta kepedulian sosial harus selalu menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *