Airmadidi, jendelasulut.com — Setelah dua bulan lamanya dinantikan, janji Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, untuk menghadirkan Menteri Agama RI pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara akhirnya terwujud. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Senin (6/7/2026).
Pembukaan MTQ ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta 351 kafilah dari 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara. Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Joune Ganda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang dinilai sukses menjadi tuan rumah.
Bukti Nyata Toleransi di Minut ✅
Sorotan utama dari perhelatan ini adalah bukti nyata toleransi antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai. Menteri Agama RI secara khusus mengapresiasi fakta bahwa Ketua Panitia Pelaksana MTQ tahun ini adalah seorang Nasrani. “Saya beri apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara… apalagi Ketua panitianya seorang Nasrani, ini luar biasa,” ujar Menteri Nasaruddin Umar.
Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa hal ini merupakan bukti komitmen nyata, bukan sekadar slogan. “Ketua Panitia Pelaksana MTQ tahun ini adalah Asisten I yang beragama Nasrani. Ini bukti nyata bahwa kebersamaan dan toleransi bukan hanya slogan, tapi diamalkan,” tegasnya.
Apresiasi untuk Sulut ✅
Menteri Agama juga memuji Sulawesi Utara yang berhasil masuk dalam tiga besar provinsi dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama tertinggi di Indonesia, dengan skor 81,62, melampaui rata-rata nasional. “Ini Indonesia yang sesungguhnya. Sulit menemukan negara lain dengan keberagaman sebesar ini, tapi mampu hidup rukun,” pujinya.
Bupati Joune Ganda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Minahasa Utara sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun ini. MTQ XXXI ini akan berlangsung hingga 11 Juli 2026, mempertandingkan 8 cabang lomba dan menjadi ajang seleksi untuk mewakili Sulawesi Utara di tingkat nasional.