MINUT, JENDELASULUT.COM — Puskesmas Mubune di Kecamatan Likupang Barat membuka tahun 2026 dengan serangkaian aktivitas padat yang berfokus pada pelayanan langsung kepada masyarakat dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini, Kamis, 8 Januari 2026, mencakup layanan preventif di desa, layanan kuratif di dalam gedung, serta partisipasi aktif dalam pertemuan teknis di tingkat kabupaten. Hal ini menunjukkan komitmen Puskesmas Mubune dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan responsif.
1. Posyandu ILP Desa Mubune: Garda Terdepan Pencegahan Stunting dan Promosi Kesehatan Ibu-Anak
Di luar gedung Puskesmas, tim kesehatan bersama kader yang terlatih menggelar Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Tingkat Lanjut (ILP) di Desa Mubune. Kegiatan ini menjadi ujung tombak kesehatan dasar bagi keluarga. Pada sesi pagi ini, puluhan balita dan ibu hamil antusias memeriksakan kesehatan mereka.
Layanan yang diberikan meliputi:
· Pemantauan Pertumbuhan Balita: Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran lingkar kepala untuk mendeteksi dini risiko stunting atau gizi kurang.
· Pemberian Imunisasi: Melanjutkan program imunisasi dasar lengkap untuk membentengi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah.
· Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Distribusi makanan bergizi sebagai contoh dan dukungan bagi keluarga dalam pemberian gizi seimbang.
· Konseling Kesehatan Ibu dan Anak: Edukasi tentang pola asuh, pemberian ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana.
· Skrining Kesehatan Ibu Hamil: Pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kesehatan janin untuk mencegah komplikasi kehamilan.
“Posyandu adalah pertemuan rutin yang sangat dinantikan warga. Di sini, kami tidak hanya memantau kesehatan, tetapi juga memperkuat jejaring antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak dan ibu sebagai generasi penerus,” ujar seorang bidan koordinator Posyandu.
2. Pelayanan Kesehatan dalam Gedung: Layanan Komprehensif Tetap Berjalan Optimal
Sementara kegiatan luar gedung berlangsung, pelayanan kesehatan di dalam gedung Puskesmas Mubune tetap beroperasi penuh untuk melayani masyarakat yang membutuhkan layanan medis yang lebih kompleks. Layanan yang tersedia meliputi:
· Konsultasi dan Pengobatan Umum: Ditemani oleh Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline dan perawat, masyarakat dapat memeriksakan berbagai keluhan kesehatan.
· Konsultasi dan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB): Layanan khusus untuk pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan konseling KB.
· Pemeriksaan Laboratorium Sederhana: Untuk menunjang diagnosis yang akurat.
· Pengobatan dan Perawatan Luka.
· Apotek: Penyerahan obat-obatan secara gratis sesuai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kehadiran masyarakat di puskesmas hari ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan primer ini.
3. Pertemuan OJT (On-the-Job Training) Surveilans di Dinkes Minut: Meningkatkan Kewaspadaan dan Ketanggapan
Secara paralel, sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan, petugas surveilans epidemiologi Puskesmas Mubune mengikuti pertemuan OJT (Pelatihan Kerja Langsung) Surveilans yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Pelatihan ini sangat krusial untuk meningkatkan kapasitas petugas dalam mendeteksi, melaporkan, dan merespons secara cepat setiap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah penyakit.
Materi pelatihan meliputi:
· Pemutakhiran Teknik Surveilans: Sistem pelaporan penyakit secara real-time dan akurat.
· Analisis Data Epidemiologi: Mengidentifikasi tren dan pola penyebaran penyakit di wilayah kerja.
· Investigasi dan Penanggulangan Wabah: Langkah-langkah taktis jika ditemukan kasus yang mengancam kesehatan masyarakat.
· Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi dalam sistem kewaspadaan dini.
“Partisipasi kami dalam OJT ini sangat penting. Dengan kemampuan surveilans yang mumpuni, kami dapat mengantisipasi dan mencegah penyebaran penyakit menular seperti demam berdarah, diare, atau penyakit lainnya di wilayah Likupang Barat. Ini adalah investasi untuk ketahanan kesehatan masyarakat,” jelas petugas surveilans Puskesmas Mubune yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Kesimpulan: Sinergi Layanan untuk Kesehatan Masyarakat yang Lebih Baik
Ketiga kegiatan yang dilaksanakan secara simultan pada 8 Januari 2026 ini merefleksikan peran multifungsi Puskesmas Mubune. Tidak hanya sebagai penyedia layanan pengobatan, tetapi juga sebagai penggerak upaya pencegahan penyakit di komunitas dan institusi yang terus memperkuat kapasitas SDM-nya.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, memaparkan strategi peningkatan kesehatan untuk tahun 2026. Strategi tersebut bertumpu pada sinergi antara:
1. Layanan langsung (Posyandu),
2. Layanan berbasis fasilitas (dalam gedung), dan
3. Penguatan sistem (melalui pelatihan surveilans).
Dengan strategi ini, Puskesmas Mubune bertekad meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Likupang Barat. Masyarakat pun diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan memanfaatkan seluruh layanan secara optimal demi terwujudnya keluarga yang sehat dan produktif.