Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Tim Medis Puskesmas Mubune Sigap Tangani Korban Kecelakaan Laut: Fokus pada Penanganan Awal

140
×

Tim Medis Puskesmas Mubune Sigap Tangani Korban Kecelakaan Laut: Fokus pada Penanganan Awal

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COM — Insiden kecelakaan laut terjadi di perairan Likupang Barat menuju Desa Talise, Kabupaten Minahasa Utara, pada Kamis (5/2/2026) sore. Sebuah prahu yang mengangkut sejumlah penumpang dilaporkan mengalami patah dek diduga akibat kelebihan muatan, menyebabkan kapal terimbas air dan dalam kondisi berisiko tenggelam.

Meskipun insiden ini menimbulkan kepanikan, laporan sementara menyebutkan bahwa seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi dengan selamat ke daratan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Respons Cepat Tim Medis

Menyusul kejadian tersebut, petugas kesehatan dari Puskesmas Mubune segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik para korban. Pemeriksaan awal dilakukan untuk memastikan tidak ada penumpang yang mengalami cedera serius, trauma, atau gejala syok akibat kejadian tersebut.

Pernyataan Resmi Kepala Puskesmas

Kepala Puskesmas Mubune Likupang Barat, dr. Diana Caroline, memberikan konfirmasi dan penjelasan mengenai penanganan medis pascakecelakaan.

“Tim kami langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi. Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh penumpang dan awak prahu. Puji Tuhan, secara fisik tidak ada yang mengalami luka-luka berat. Sebagian besar hanya mengalami kelelahan dan ketakutan akibat kejadian yang tidak terduga ini,” jelas dr. Diana Caroline.

Lebih lanjut, dr. Diana menambahkan bahwa timnya juga memberikan pendampingan psikologis awal untuk menenangkan para korban. “Kami juga memberikan edukasi tentang tanda-tanda stres pascatrauma dan menyarankan mereka untuk beristirahat serta memantau kondisi diri. Jika ada keluhan seperti pusing, mual berlanjut, atau rasa cemas berlebihan, kami minta mereka segera kembali ke puskesmas,” ujarnya.

Penyebab Diduga Kelebihan Muatan

Berdasarkan informasi sementara dari pihak berwenang setempat, kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh prahu yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang diizinkan. Kelebihan muatan ini diduga menyebabkan struktur dek kapal tidak mampu menahan beban, sehingga patah dan menyebabkan air masuk dengan deras. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh otoritas pelabuhan dan kepolisian perairan untuk memastikan penyebab pasti dan menilai ada tidaknya kelalaian operasional.

Imbauan untuk Keselamatan Penyeberangan

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan transportasi laut, khususnya untuk kapal-kapal penyeberangan tradisional. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kapasitas maksimal kapal dan tidak memaksakan naik jika kondisi kapal sudah terlihat penuh atau oleng. Kewaspadaan ini penting mengingat sebagian besar rute penyeberangan di daerah ini mengandalkan transportasi laut tradisional.

Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap operasional prahu penumpang dan sosialisasi standar keselamatan yang ketat kepada para operator kapal untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *