Minut, jendelasulut.com — Generasi muda Minahasa Utara membuktikan diri bukan sekadar penonton dalam menghadapi krisis iklim. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara secara resmi menetapkan 12 kelompok pemuda sebagai penerima Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) North Minahasa Tahun 2026, masing-masing berpeluang memperoleh dana hingga USD 5.000 atau setara puluhan juta rupiah untuk mewujudkan gagasan hijau mereka.
Penetapan itu diumumkan dalam kegiatan di atrium lantai 1 Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (12/10/2026). Sekretaris Daerah Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si., mewakili Bupati Joune James Esau Ganda, membuka langsung pengumuman hasil penilaian Dewan Juri Independen.
Dari 54 kelompok pemuda yang mendaftar, hanya 12 yang lolos seleksi ketat. Mereka sebelumnya melewati tahap presentasi 20 besar di hadapan lima juri independen—akademisi dari Universitas Negeri Manado, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pembangunan Indonesia, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
—
Dari Pulau ke Daratan, Inovasi Anak Muda Tak Terbendung
Yang menarik, proyek yang lolos bukan sekadar proposal di atas kertas. Gagasan mereka menyentuh persoalan riil: mulai dari Solar Water Harvesting Pintar karya Fountaine Squad SMA UNKLAB, restorasi terumbu karang oleh Pemuda Selam Seluruh Indonesia, hingga pengolahan sampah pesisir berbasis ekonomi komunitas dari Karang Taruna Desa Kinabuhutan.
Ada pula Fire-Risk IoT Station—pemantauan kebakaran hutan berbasis teknologi Internet of Things—yang digagas Terra Rangers SMA UNKLAB. Sementara Mangrove Youth Guardians Mantehage membawa misi restorasi mangrove untuk pesisir pulau yang tangguh menghadapi perubahan iklim.
Berikut 12 penerima Microgrant YCAF North Minahasa 2026 sesuai urutan peringkat:
1. Fountaine Squad – SMA UNKLAB — Solar Water Harvesting Pintar
2. Karang Taruna Desa Kinabuhutan — Integrasi Pengolahan Sampah Pesisir dan Konservasi Mangrove Berbasis Ekonomi Komunitas
3. Pemuda Katolik Komisariat Minahasa Utara — Darunu Youth Mangrove Resilience
4. Terra Rangers SMA UNKLAB — Fire-Risk IoT Station
5. Pemuda Selam Seluruh Indonesia — Youth Coral Guardians
6. SMP Negeri 3 Likupang Timur — Garda Laut Muda: Restorasi Terumbu Karang dan Mitigasi Iklim
7. SMK Laikit – UKS INTI — MINA SIRKULAR Berbasis BSF
8. KPA Likupang — Minahasa Utara Green Resilience Project
9. Garda Mangrove Palaes — Mangrove Pesisir dan Lingkungan Laut
10. Mangrove Youth Guardians Mantehage — Restorasi Mangrove Pesisir Pulau Mantehage
11. Tim Pemuda Peduli Iklim FEB Universitas Klabat — Jaga Likupang: Restorasi Mangrove dan Pesisir Bebas Sampah
12. Pemuda Bahari Gangga I — Waste Recycling For a Healthy Environment
—
Tantangan Geografis Bukan Penghalang
City Lead YCAF North Minahasa 2026, Sefferson Sumampouw, S.STP., S.IP., M.Si., mengakui pelaksanaan program ini punya tantangan tersendiri. Wilayah Minahasa Utara mencakup daratan, pesisir, dan kepulauan—sebagian masih terkendala jaringan internet dan akses transportasi.
“Kami ingin memastikan kesempatan mengikuti YCAF terbuka bagi generasi muda di seluruh wilayah, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau. Potensi dan kreativitas pemuda tidak boleh dibatasi oleh kondisi geografis,” tegas Sefferson.
Tim YCAF pun turun langsung ke Pulau Bangka, Gangga, Talise, Nain, dan Mantehage untuk menjangkau kelompok pemuda di sana.
—
Bukan Sekadar Kompetisi, Ini Gerakan
Bupati Joune Ganda dalam sambutan yang dibacakan Sekda menegaskan, YCAF bukan sekadar ajang kompetisi gagasan. “Ini kesempatan bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kepedulian mereka mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Program yang didukung Bloomberg Philanthropies ini menjadi bukti kerja sama internasional yang membawa manfaat konkret: pendanaan, pengembangan kapasitas, jejaring, dan ruang bagi pemuda untuk merealisasikan ide-ide inovatif.
Keberhasilan YCAF, kata Sefferson, tidak diukur dari berapa banyak kelompok yang mendapat dana. “Tetapi dari sejauh mana proyek mereka mampu menyelesaikan persoalan lingkungan, menggerakkan masyarakat, dan terus memberikan manfaat setelah program selesai.”
—
Dari Minahasa Utara untuk Dunia
Dengan terpilihnya 12 kelompok ini, YCAF North Minahasa 2026 diharapkan tidak berhenti pada penetapan penerima bantuan. Para penerima akan memasuki tahap pelaksanaan proyek, penguatan kapasitas, dan pemantauan dampak.
Dari Minahasa Utara, semangat generasi muda membuktikan satu hal: perubahan besar memang dimulai dari aksi lokal. Melalui inovasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemuda daerah punya tempat strategis dalam solusi global menghadapi perubahan iklim.
Torang jaga alam, alam jaga torang.