Minut, jendelasulut.com — Suasana gotong royong dan semangat kemerdekaan terasa kental di Balai Desa Kolongan, Kecamatan Dimembe, pada Selasa (12/8/2026). Ratusan warga tampak antusias mengantre sejak pagi untuk mengikuti Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digelar serentak oleh Pemerintah Pusat, sekaligus dirangkaikan dengan aksi donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan akses kesehatan yang merata hingga ke pelosok desa. Sebagai bagian dari program kerja Panitia HUT Proklamasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, pelaksanaan PKG dan donor darah dijadwalkan bergulir di setiap kecamatan, dan hari ini giliran masyarakat Kecamatan Dimembe yang mendapat kesempatan pertama.
Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat
Meski Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si, berhalangan hadir langsung, beliau menitipkan pesan kuat melalui perwakilannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, Alan Mingkid, S.E. Kehadiran orang nomor satu di dinas kesehatan tersebut menjadi penanda bahwa program ini diambil dengan serius dan menjadi prioritas.
“Dengan antusiasme warga yang terlayani hari ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berhenti di pusat kota, tetapi benar-benar menjangkau sampai ke desa-desa. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk rakyat,” ujar Alan Mingkid saat memantau langsung jalannya pelayanan.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan donor darah yang digelar bersamaan. “Donor darah sangat krusial untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memenuhi stok darah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Minahasa Utara, terutama dalam kondisi darurat medis,” tambahnya.
Tim Medis Siaga dan Layanan Komprehensif
Pelaksanaan teknis pemeriksaan digawangi oleh tim kesehatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Talawaan, dr. Ferny Sundah. Bersama puluhan tenaga kesehatan, mulai dari perawat, analis laboratorium, hingga petugas konseling, dr. Ferny memastikan setiap warga yang datang mendapatkan pelayanan maksimal.
“Kami menurunkan tenaga kesehatan untuk melakukan skrining dasar, konseling kesehatan, hingga pemberian rujukan. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini merupakan hak setiap warga negara yang diberikan satu kali dalam setahun. Tujuannya adalah untuk deteksi dini penyakit. Semakin cepat ditemukan, maka penanganan bisa lebih cepat dan tepat, sehingga angka kesakitan bisa kita tekan,” jelas dr. Ferny di sela-sela kesibukannya melayani warga.
Layanan yang diberikan pada hari itu meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, konseling gizi dan gaya hidup, pemberian obat-obatan dasar, serta sistem rujukan langsung bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
Sorotan Khusus: Perangi Tuberkulosis (TBC)
Di sela-sela pelayanan, tim kesehatan juga mengangkat isu penting mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data yang dihimpun, di wilayah kerja Kecamatan Talawaan yang mencakup Desa Kolongan, saat ini tercatat ada 6 kasus TBC yang masih dalam masa pengobatan.
“Kami tidak ingin masyarakat takut atau justru menyembunyikan penyakit ini. Yang perlu diketahui, TBC bisa disembuhkan. Pemeriksaan dan pengobatannya pun digratiskan oleh pemerintah selama 6 bulan penuh. Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi stigma negatif terhadap penderita TBC. Dukungan keluarga sangat penting untuk kesembuhan mereka,” tegas dr. Ferny dengan penuh semangat.
Sinergi dengan PMI untuk Stok Darah
Sementara itu, di sisi lain ruangan, kegiatan donor darah berjalan dengan lancar di bawah koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa Utara yang dipimpin oleh Sekretaris PMI Minut, Melky Mewengkang. Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dari para relawan dan warga yang memenuhi syarat kesehatan. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di meja pendaftaran donor.
“Kami sangat mengapresiasi warga Desa Kolongan yang rela menyumbangkan darahnya. Kebutuhan darah di Minahasa Utara tidak pernah sepi, dan aksi kemanusiaan ini sangat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan transfusi,” ujar Melky.
Menuju Cakupan Sehat Minahasa Utara
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan di Kecamatan Dimembe, panitia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus bergulir ke kecamatan-kecamatan lain sesuai jadwal yang telah ditentukan. Target utama adalah memastikan cakupan PKG dan donor darah dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Minahasa Utara, tanpa terkecuali.
Bagi warga yang belum sempat hadir pada hari ini, pemerintah daerah mengimbau untuk tidak khawatir karena jadwal akan diumumkan kembali melalui pemerintah desa dan puskesmas setempat. Mari manfaatkan fasilitas kesehatan gratis ini dengan sebaik-baiknya, karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk mengisi kemerdekaan dan membangun daerah.