Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Mengawal Pariwisata Super Prioritas: Bupati Dr. Joune Ganda Resmikan Likupang Tourism Festival 2026, Targetkan Multiplier Effect untuk UMKM dan Pariwisata Timur Indonesia

768
×

Mengawal Pariwisata Super Prioritas: Bupati Dr. Joune Ganda Resmikan Likupang Tourism Festival 2026, Targetkan Multiplier Effect untuk UMKM dan Pariwisata Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Suasana Pantai Paal pada Jumat (21/8/2026) langsung berubah menjadi lautan manusia. Deburan ombak yang khas berpadu dengan alunan merdu musik kolintang dan riuh rendah suara pengunjung yang datang dari berbagai penjuru. Kemeriahan itu menjadi tanda dimulainya Likupang Tourism Festival (LTF) 2026, agenda tahunan yang paling dinanti oleh warga Minahasa Utara dan para pelancong.

Festival yang akan berlangsung selama tiga hari, dari 21 hingga 23 Agustus 2026 ini, bukan sekadar liburan akhir pekan biasa. Bagi para pengunjung yang hadir, LTF 2026 menawarkan pengalaman multisensori yang lengkap—telinga dimanjakan alunan musik tradisional, mata dimanjakan pemandangan laut biru dan kostum-kostum menarik penuh warna, serta hati yang terasa hangat disambut senyum ramah warga lokal.

Sejak pagi buta, ribuan pasang mata telah tidak sabar menyaksikan panggung utama yang berdiri megah di tepi pantai. Kursi-kursi yang ditata rapi di atas pasir putih perlahan terisi oleh tamu undangan, tokoh masyarakat, dan wisatawan dari berbagai daerah. Para pedagang kaki lima pun telah sibuk mempersiapkan dagangan; aroma ikan bakar yang menggoda mulai tercium berbaur dengan semilir angin laut yang sejuk. Anak-anak berlarian riang di sepanjang bibir pantai, sesekali berhenti untuk mengamati dekorasi warna-warni yang menghiasi area festival.

“Pengalaman yang Tak Terlupakan”

Di atas panggung utama, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, dengan penuh semangat menyapa ribuan hadirin yang memadati lokasi acara. Udara pantai yang sejuk serta sinar matahari pagi yang hangat semakin menyempurnakan suasana untuk memulai festival.

Sang doktor ilmu pemerintahan itu berdiri tegas di hadapan ribuan pasang mata yang memandang penuh antusias. Dengan sapaan khas daerah yang langsung disambut tepuk tangan meriah, beliau menyampaikan:

“Pengalaman-pengalaman unik, pengalaman-panngalaman yang sangat berkesan, mereka dapatkan di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di wilayah Likupang.”

Bagi Bupati Minut, Likupang bukan sekadar destinasi wisata dengan pantai yang indah. Lebih dari itu, Likupang adalah tempat di mana kenangan tercipta dan cerita-cerita menarik lahir. Setiap sudut wilayah ini menyimpan kisahnya sendiri—dari butiran pasir pantai yang lembut di bawah telapak kaki, pohon kelapa yang melambai tertiup angin, hingga senyum tulus warga lokal yang selalu menyambut tamu dengan ramah.

“Ketika wisatawan datang ke Likupang, mereka tidak hanya melihat keindahan alam. Mereka merasakan kehangatan, keramahan, dan kedamaian. Inilah yang membuat Likupang berbeda dari destinasi wisata lainnya di Indonesia,” tegasnya penuh keyakinan.

Dr. Joune Ganda juga menuturkan pengalaman pribadinya ketika menerima kunjungan tamu dari luar negeri. Banyak dari mereka yang mengaku terkesima bukan hanya oleh panorama alam Likupang yang memukau, tetapi juga oleh sambutan hangat masyarakat setempat. “Mereka bilang, ‘Pak Bupati, di sinilah kami merasakan Indonesia yang sebenarnya. Ramah, indah, dan penuh kedamaian.’ Itu adalah kebanggaan terbesar bagi kami,” kenangnya.

Komitmen Berkelanjutan: Festival Tak Berhenti di Panggung

Lebih dari sekadar seremoni pembukaan yang meriah, Bupati Joune menegaskan bahwa Pemkab Minahasa Utara berkomitmen penuh untuk menjaga LTF sebagai agenda tahunan yang terus berkembang. Namun, beliau mengingatkan bahwa esensi festival tidak berhenti ketika panggung dan tenda telah dibongkar.

“Jadi, bukan hanya selesai pada saat kegiatan acara ini, tetapi terus-menerus kita menjadikan efek domino dari kegiatan Likupang Tourism Festival ini memberikan dampak multiplier effect-nya secara berkelanjutan.”

Dampak ekonomi yang ditimbulkan—mulai dari hotel dan penginapan di sekitar Likupang yang penuh, produk UMKM lokal yang laris manis, hingga lapangan kerja baru bagi masyarakat—harus terus bergerak bahkan setelah festival usai. Promosi dari gelaran ini, menurut Bupati Minut, adalah investasi jangka panjang bagi pariwisata Minahasa Utara.

“Kami tidak ingin festival ini hanya menjadi perayaan tahunan yang kemudian dilupakan. Kami ingin festival ini menjadi gerbang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kami ingin para pelaku UMKM merasakan manfaatnya, kami ingin para pemuda mendapatkan lapangan kerja, dan kami ingin Likupang dikenal dunia,” tegasnya.

Likupang sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional. Status ini menjadikan Likupang episentrum perubahan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, sekaligus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah ini.

Sejarah Panjang dan Pengakuan Internasional

Likupang Tourism Festival bukan acara dadakan yang lahir dalam semalam. Festival ini telah menjadi agenda rutin Pemkab Minahasa Utara selama enam hingga tujuh tahun terakhir, dan setiap tahunnya semakin meriah dan bermakna. Dukungan penuh datang dari Pemprov Sulawesi Utara dan Kementerian Pariwisata, yang melihat Likupang sebagai salah satu ikon pariwisata nasional yang patut dibanggakan.

Bahkan, LTF pernah dikolaborasikan dengan kegiatan internasional United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Kolaborasi ini mengangkat Likupang ke kancah internasional, membuat nama daerah ini dikenal oleh para kepala daerah dan pejabat dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Bupati Joune menceritakan, beberapa kepala daerah dari luar negeri yang pernah berkunjung ke Minahasa Utara masih ingat akan pesona Likupang hingga kini. Di berbagai pertemuan internasional, para pejabat asing itu kerap menanyakan kabar Likupang dan mengungkapkan kerinduan mereka untuk kembali lagi.

“Mereka menceritakan betapa indahnya pantai kita dan keramah-tamahan masyarakat kita. Keramahan itu menjadi top of mind dan membekas di dalam hati mereka. Bahkan sampai sekarang, mereka masih ingat betul pengalaman mereka di Likupang,” kenang Joune Ganda dengan bangga.

Bahkan, para tamu asing itu sempat berkeliling wisata mangrove di Kabupaten Minahasa Utara dan menyebutnya sebagai pengalaman unik yang tidak mereka dapatkan di tempat lain mana pun di dunia.

“Ada seorang tamu dari Jepang yang berkata kepada saya, ‘Pak Bupati, saya sudah berkunjung ke banyak pantai di dunia, tapi belum pernah merasakan keramahan seperti di Likupang. Orang-orang di sini benar-benar tulus menyambut kami.’ Itu adalah pujian yang sangat berharga bagi kami,” cerita Bupati Joune.

Semarak Acara untuk Semua Usia

Ketua Panitia LTF 2026, Ray Dondokambey, dengan antusias menjelaskan bahwa festival tahun ini menghadirkan beragam atraksi yang dirancang untuk memanjakan pengunjung dari berbagai kalangan dan usia. “Kami ingin semua orang merasa di rumah di sini. Anak-anak, remaja, orang tua, semua bisa menikmati Likupang dengan cara mereka masing-masing,” ujarnya.

Panggung Budaya Tonsea menjadi salah satu daya tarik utama yang menyita perhatian pengunjung. Di panggung ini, pengunjung dapat menyaksikan tarian tradisional yang anggun dengan gerakan sarat makna, alunan musik kolintang yang mendayu dan menenangkan jiwa, hingga kemegahan masamper—pertunjukan seni khas Minahasa yang melibatkan nyanyian dan tepukan ritmis secara bersamaan, menciptakan harmoni yang luar biasa. Setiap gerakan tari dan not musik yang dimainkan seakan mengajak penonton menyelami kedalaman budaya Minahasa Utara yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Jadwal Acara yang Padat dan Meriah

Hari pertama festival (Jumat, 21/8) dibuka dengan performa tarian tradisional yang enerjik dari sanggar-sanggar tari lokal, dilanjutkan dengan penampilan band-band lokal yang memainkan lagu-lagu riang dengan irama menghentak. Kolintang turut memeriahkan suasana dengan alunan melodinya yang khas, menciptakan harmoni yang menyatu dengan deburan ombak Pantai Paal. Parade kostum bahari menampilkan peserta dengan busana bertema laut yang penuh warna dan kreatif, sementara tarian kolosal yang melibatkan puluhan penari dengan kostum serba warna-warni membuat ribuan pasang mata terpukau.

Di hari kedua, digelar lomba voli pantai, domino, halang rintang, dan masamper. “Ini kami pilih karena cocok dengan lokasi LTF yang berada tepat di pantai berhamparan pasir putih, dan pasti akan seru serta menarik,” jelas Ray.

Puncak acara di hari Minggu akan dimeriahkan oleh final pacuan sapi, pertunjukan kolintang, konser artis nasional Vicky Salamor, dan aksi live DJ yang membuat suasana kian semarak. Tidak hanya itu, sekitar 30 stan UMKM berjejer di lokasi, menawarkan beragam kuliner, minuman, camilan, hingga kerajinan tangan. Wisatawan mancanegara pun telah terpikat oleh produk kuliner lokal.

Dengan target pengunjung puluhan ribu orang selama tiga hari, LTF 2026 bukan hanya ajang liburan seru, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang menjadikan Likupang semakin dikenal hingga ke mancanegara. Jadi, bagi Anda yang masih bingung mencari liburan akhir pekan, segera #MariJoKaLikupang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *