Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Seluruh OPD dan Inspektorat Kompak! LTF 2026 Bukti Nyata Kolaborasi Total Bangkitkan Pariwisata Likupang

686
×

Seluruh OPD dan Inspektorat Kompak! LTF 2026 Bukti Nyata Kolaborasi Total Bangkitkan Pariwisata Likupang

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Pantai Paal di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, berubah menjadi panggung besar. Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 resmi dibuka, dan ribuan warga serta pengunjung memadati kawasan pantai yang menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional itu. Jumat sore (21/8/2026),

Pembukaan festival edisi keenam ini berlangsung meriah namun terasa cair dan manusiawi. Tak banyak seremoni kaku yang terlihat. Justru suasana dibangun dengan pertunjukan yang mengundang kegembiraan. Tarian Tumetenden dari Sanggar Esamanta PNNT membuka perhelatan, disusul Tarian Kabasaran Tonsea yang menjadi simbol kekayaan budaya Minahasa Utara. Puncaknya, Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda secara simbolis meresmikan pembukaan dengan memukul alat musik tradisional Kolintang di atas panggung utama.

Deret Pejabat dan Tokoh Hadir

Sejumlah tokoh penting dan pejabat daerah tampak hadir memeriahkan pembukaan, di antaranya:

· Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda, SE, MM, MAP, MSi

· Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung, SH, MH

· Ketua DPRD Minahasa Utara Vonny A. Rumimpunu

· Sekretaris Daerah Minahasa Utara Ir. Novly G. Wowiling, MSi

· Ketua TP PKK Minahasa Utara Rizya Ganda Davega

· Anggota DPD RI Adriana Dondokambey
· Kepala Kanwil Kemenkum Sulawesi Utara Hendrik Pagiling, S.H., M.H.

· Mewakili Gubernur Sulut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah, Hendrik Ruben Tendean

· Ketua Panitia Pelaksana LTF 2026 Samuel Ray C. Dondokambey

· Unsur Forkopimda Minahasa Utara

Prosesi pembukaan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Pdt. Brian James Mailuhu, STh, selaku Ketua Wilayah Maesa.

Suasana Cair dan Penuh Tawa

Yang menarik perhatian publik, suasana pembukaan LTF 2026 terasa berbeda dari seremoni resmi pada umumnya. Di tengah musim kemarau panjang yang melanda Minahasa Utara, Likupang justru menghadirkan tawa. Tawa anak-anak muda, tawa para pejabat, tawa masyarakat—bahkan para oma dan opa yang tampil percaya diri di atas panggung.

Perwakilan berbagai instansi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tampil dengan kostum masing-masing dalam parade busana yang menghibur. Bupati Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin Lotulung, Ketua TP PKK Rizya Ganda Davega, Ketua DPRD Vonny Rumimpunu, Sekda Novly Wowiling, dan Ketua Panitia Ray Dondokambey terlihat beberapa kali tertawa lepas menyaksikan aksi para peserta. Bukan tawa yang dibuat-buat untuk kamera, melainkan tawa spontan ketika sebuah penampilan berhasil menghibur.

Momen-momen seperti itu membuat pembukaan LTF terasa lebih manusiawi. Di luar panggung, mereka adalah pejabat yang setiap hari berhadapan dengan rapat, kebijakan, dan anggaran. Namun di Pantai Paal sore itu, mereka hanyalah bagian dari kerumunan yang sedang menikmati pertunjukan.

LTF: Lebih dari Sekadar Festival

Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa Likupang Tourism Festival merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Festival ini tidak hanya mengangkat panorama Pantai Paal sebagai ikon pariwisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta berbagai kearifan lokal yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.

Lebih dari itu, Joune menekankan bahwa LTF tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial—ia harus menjadi penggerak ekonomi daerah. “Likupang Tourism Festival harus menjadi mesin ekonomi, bukan hanya festival yang meriah saat berlangsung,” tegasnya. Keberhasilan festival harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat, pelaku UMKM, kunjungan wisatawan, dan aktivitas ekonomi di kawasan Likupang.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, melalui sambutan yang dibacakan Hendrik Tendean, turut mengapresiasi pelaksanaan LTF 2026. Pengembangan Likupang, menurut sambutan tersebut, bukan sekadar menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata, tetapi merupakan amanah yang harus dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Rangkaian Kegiatan Tiga Hari

Ketua Panitia Pelaksana Samuel Ray Dondokambey dalam laporannya menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari pelaksanaan LTF 2026, 21-23 Agustus. Agenda yang dihadirkan antara lain pertunjukan budaya dan Masamper, lomba bakar ikan, voli pantai, pacuan roda sapi, pameran UMKM, hingga festival musik dengan penampilan Vicky Salamor. Dondokambey menekankan pentingnya keterlibatan UMKM dan generasi muda dalam pelaksanaan festival.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Minahasa Utara. Kehadiran jajaran inspektorat pun turut menjadi sorotan publik, mengingat sinergi seluruh perangkat daerah sangat krusial dalam menyukseskan agenda pariwisata tahunan ini.

Likupang Tourism Festival 2026 berlangsung hingga Minggu (23/8/2026). Festival ini menjadi bukti bahwa Likupang terus melangkah menuju pengakuan internasional sebagai destinasi wisata unggulan—dengan tetap mengakar pada budaya dan kebersamaan masyarakatnya.

Penulis: Rinto R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *