Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 2,5–4 Meter dan Banjir Rob di 10 Provinsi

478
×

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 2,5–4 Meter dan Banjir Rob di 10 Provinsi

Sebarkan artikel ini

Jakarta, jendelasulut.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter serta bahaya banjir rob yang mengintai 10 provinsi di Indonesia pada Selasa. Peringatan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan berdampak pada wilayah pesisir dan aktivitas pelayaran.

Prakirawan BMKG Medayu Bestari, dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, Selasa, mengimbau masyarakat pesisir serta pelaku transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, angin di Indonesia umumnya bertiup antara 5 hingga 25 knot. Kondisi itu memicu gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di sejumlah perairan.

Wilayah yang berpotensi dilanda gelombang tinggi meliputi Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat.

“Angin di Indonesia umumnya bertiup antara 5 hingga 25 knot, memicu gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat,” kata Medayu.

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan potensi fenomena pasang air laut atau banjir rob melanda pesisir sejumlah daerah. Wilayah yang dimaksud adalah pesisir Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.

BMKG tidak hanya memantau sektor bahari. Lembaga itu juga mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Andaman, pesisir Myanmar. Bibit siklon tersebut memicu peningkatan pembentukan awan hujan di perairan utara Aceh.

Bagi pelaku transportasi udara, BMKG mengingatkan potensi bahaya awan cumulonimbus di sekitar Sumatera bagian barat, Samudra Hindia barat Indonesia, serta wilayah Papua bagian tengah. Awan jenis ini dapat memengaruhi keselamatan penerbangan, sehingga para pelaku transportasi udara diminta memperhatikan perkembangan cuaca.

Sementara itu, untuk prakiraan cuaca di sejumlah kota, BMKG menyebut potensi hujan ringan di Kota Palu, Serang, dan Bandung. Kemudian, cuaca cerah berawan diprakirakan terjadi di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Adapun cuaca berawan tebal berpotensi terjadi di Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Gorontalo, Mamuju, Makassar, dan Kendari.

Untuk wilayah daratan, meski kondisi kering masih mendominasi dan memicu risiko kekeringan serta kebakaran hutan di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Samarinda, potensi hujan lebat lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah titik.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengajak masyarakat untuk aktif memperbarui informasi cuaca secara berkala. Informasi dapat diperoleh dengan mengunduh aplikasi BMKG melalui ponsel atau mengakses kanal resmi aplikasi infoBMKG sebelum beraktivitas di luar rumah.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat pesisir, pelaku transportasi laut, serta pengguna jasa transportasi udara diharapkan lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan dengan kondisi cuaca yang terus berkembang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *