Scroll untuk baca artikel
Minahasa Utara

Tiga Kapal Puskesmas Minahasa Utara Aman Terparkir, Jamin Layanan Kesehatan Kepulauan

16113
×

Tiga Kapal Puskesmas Minahasa Utara Aman Terparkir, Jamin Layanan Kesehatan Kepulauan

Sebarkan artikel ini

Minut, jendelasulut.com — Ketiga unit kapal puskesmas milik Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) saat ini tengah terparkir aman di dermaga Bakamla Desa Sery, Kecamatan Likupang Barat. Keamanan kapal-kapal tersebut terjamin, memastikan kesiapan optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan.

Kapal-kapal puskesmas memainkan peran krusial dalam menjangkau pulau-pulau terpencil di Minahasa Utara (Minut), seperti Talise, Gangga, Kinabuhutang dan Pulau Bangka. Hal ini menjamin akses kesehatan yang merata bagi penduduk di sana. “Kapal puskesmas ini sangat vital bagi pelayanan kesehatan di kepulauan,” ujar dr. Diana Caroline, Kepala Puskesmas Mubune, pada hari Rabu (7/5) kepada media. “Dengan adanya kapal ini, kami dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung,” tambahnya.

Tidak hanya itu, kolaborasi antar puskesmas juga semakin memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan. dr. Nella Suade, PLT Kepala Puskesmas Kahuku merangkap Kepala Puskesmas Pulisan, menjelaskan sinergi antara Puskesmas Pulisan dan Puskesmas Kahuku dalam melayani masyarakat di Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur. “Tim kesehatan dari Puskesmas Pulisan dan Puskesmas Kahuku bekerja sama untuk memberikan pelayanan kesehatan di Pulau Bangka,” kata dr. Suade. “Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kami untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan terintegrasi kepada seluruh masyarakat Minut, termasuk di daerah-daerah terpencil.”

Keberadaan kapal puskesmas dan kerjasama antar puskesmas ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warganya, khususnya di wilayah kepulauan yang seringkali sulit dijangkau. Hal ini juga menunjukkan pentingnya investasi dalam infrastruktur kesehatan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat. Dengan terjaminnya keamanan kapal-kapal tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan Minut dapat terus berjalan lancar dan optimal. Ke depan, diharapkan akan ada peningkatan lebih lanjut dalam hal perawatan dan penambahan armada kapal puskesmas untuk menjangkau lebih banyak wilayah terpencil.

Penggunaan dua motor tempel 40 PK pada kapal puskesmas di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi sorotan publik. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap motor tempel tersebut menghabiskan sekitar 20 liter bensin per jam pada kecepatan 5500 rpm. Angka ini tentu saja memicu pertanyaan mengenai efisiensi dan biaya operasional kapal yang difungsikan untuk menjangkau wilayah terpencil demi pelayanan kesehatan masyarakat.

Konsumsi bahan bakar 20 liter per jam per mesin, berarti kapal puskesmas tersebut menghabiskan total 40 liter bensin per jam jika kedua mesin beroperasi secara bersamaan pada kecepatan tersebut. Namun, perlu ditekankan bahwa angka ini merupakan estimasi dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi mesin, beban kapal (jumlah penumpang dan peralatan medis), serta kecepatan operasional.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, dr. Stela Safitri M.Kes, memberikan klarifikasi terkait hal ini. Beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan layanan kesehatan bagi seluruh warga Minut, tanpa memandang lokasi. Menanggapi kekhawatiran publik mengenai biaya operasional kapal puskesmas, dr. Stela menyatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan telah dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *