Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNasionalNews

Pesona Bunda PAUD Minut di Panggung Nasional: Rizya Ganda Davega Jadi Sorotan di Apresiasi PAUD 2025

566
×

Pesona Bunda PAUD Minut di Panggung Nasional: Rizya Ganda Davega Jadi Sorotan di Apresiasi PAUD 2025

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Sosok Bunda PAUD Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rizya Ganda Davega, menjadi pusat perhatian dalam ajang Apresiasi PAUD Nasional 2025 yang digelar di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, 12-13 November 2025. Dengan dedikasi tinggi dan peran aktifnya di Tanah Tonsea, Rizya menjadi tamu undangan kehormatan dalam acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah ini.

Ajang ini mempertemukan Bunda PAUD dari berbagai tingkatan, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan/desa terpilih. Semangat kolaborasi dan komitmen dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan merata menjadi fokus utama.

Rizya Ganda Davega tampil memukau dengan balutan busana batik di hari pertama dan kebaya nasional di hari kedua, keduanya dipadukan dengan selempang Bunda PAUD yang menjadi identitasnya. Kehadirannya tidak hanya sebagai perwakilan Minahasa Utara, tetapi juga sebagai inspirasi bagi para Bunda PAUD lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizya menyampaikan pandangannya yang mendalam mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini. “Usia 0-6 tahun adalah masa emas (golden age) yang sangat menentukan arah tumbuh kembang anak di masa depan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menurutnya, kualitas pendidikan anak-anak usia PAUD berada pada masa emas pembentukan karakter. “Berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa pada usia tersebut, pertumbuhan otak berkembang sangat pesat, bahkan hingga usia empat tahun kemampuan kecerdasan anak sudah mencapai 50 persen,” jelas Rizya.

Rizya juga menekankan bahwa layanan PAUD memiliki peran krusial dalam menstimulasi perkembangan anak secara optimal. “Anak yang memperoleh layanan PAUD akan memiliki kemampuan pra-akademik yang lebih baik, dengan IQ dan skor akademik yang meningkat signifikan. Ini sangat berpengaruh terhadap masa pertumbuhan dan kesiapan mereka menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Rizya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak usia dini di Minahasa Utara. “Keluarga adalah pihak terdekat dengan anak. Mereka harus menjadi stimulus awal sebelum anak masuk ke PAUD. Bahkan selama anak mengikuti pendidikan di PAUD, pendampingan keluarga, terutama dari seorang ibu, sangatlah penting,” tuturnya.

Dengan komitmen dan dukungan semua pihak, Rizya Ganda Davega berharap Minahasa Utara dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia melalui pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkarakter.

Kehadiran Rizya Ganda Davega di Apresiasi PAUD Nasional 2025 menjadi bukti nyata bahwa Minahasa Utara memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anak usia dini. Semoga semangat dan dedikasinya dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal yang sama, demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik.

“Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan urgensi peran Bunda PAUD dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Data yang ia sampaikan mengkhawatirkan: hanya 47% dari 17,7 juta anak usia 3-6 tahun yang bersekolah di PAUD, sementara 2,8 juta anak usia 5-6 tahun masih terabaikan dari layanan pendidikan pra-sekolah. Pembenahan sarana, prasarana, dan peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas mendesak untuk menjamin akses PAUD yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak Indonesia.” (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *