Scroll untuk baca artikel
BitungManadoNasional

KRI Selar-879 Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Tanjung Manggar, Kalimantan Timur

316
×

KRI Selar-879 Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Tanjung Manggar, Kalimantan Timur

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Sebuah operasi kemanusiaan sigap dilakukan oleh KRI Selar-879, kapal perang Republik Indonesia di bawah komando Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo dari Satrol Kodaeral VIII Manado, berhasil mengevakuasi jenazah seorang pria tanpa identitas yang mengapung di perairan Tanjung Manggar, Kalimantan Timur. Penemuan pada hari Kamis (13/11) ini menambah catatan penting dalam operasi keamanan laut rutin yang dilaksanakan oleh unsur-unsur Kodaeral VIII di bawah kendali operasional Guskamla Koarmada II, sebagaimana dilansir dari akun resmi Instagram Kodaeral VIII.

Kronologi penemuan jenazah bermula ketika Tugboat Danny 40 melaporkan melalui radio VHF FM Channel 16 tentang adanya sosok yang terapung di sekitar perairan Tanjung Manggar. Menerima laporan tersebut, KRI Selar-879 yang tengah berpatroli segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan mengikuti prosedur keselamatan laut yang ketat, prajurit KRI Selar-879 berhasil mengangkat jenazah tersebut ke atas kapal dalam kondisi utuh. Jenazah kemudian dibawa menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Langkah ini diambil untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.

Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M. Tr.Opsla., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh prajurit KRI Selar-879 atas respon cepat dan kesigapan mereka dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat maritim dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut.

“Setiap unsur Kodaeral VIII selalu siap digerakkan untuk melaksanakan tugas kemanusiaan kapanpun diperlukan. Baik dalam pencarian, pertolongan, maupun evakuasi korban di laut,” tegas Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi. Pernyataan ini menegaskan komitmen Kodaeral VIII dalam menjalankan tugas mulia untuk melindungi dan membantu masyarakat, serta menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

Evakuasi jenazah ini menjadi bukti nyata kesiapan dan kemampuan TNI Angkatan Laut dalam merespon situasi darurat di laut. Selain itu, juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat maritim dalam menjaga keselamatan di perairan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *