Minut, jendelasulut.com — Suasana sakral sekaligus semarak menyelimuti Bumi Nyiur Melambai, tepatnya di Desa Pinilih, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, pada Senin (29/6/2026). Ribuan mata pemuda dari berbagai penjuru Sulawesi Utara terpaku pada satu panggung utama ketika Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melangkah masuk ke tengah-tengah lautan manusia yang memadati lokasi Perkemahan Pemuda Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Sulawesi Utara.
Kehadiran orang nomor dua di Republik ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial. Gibran datang didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, serta Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Kedatangan rombongan pimpinan tertinggi daerah dan pusat ini disambut dengan gegap gempita oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GPDI Sulut, Pdt. Yvonne Awuy-Lantu, beserta jajaran pengurus gereja. Semangat kebersamaan itu semakin terasa ketika sekitar 30.000 pemuda yang mengenakan atribut khas masing-masing daerah serentak melantunkan pujian dan yel-yel penyambutan, menciptakan simfoni iman yang menggema di kaki bukit Minahasa.
Momen Strategis di Tengah Generasi Muda
Dalam sambutannya yang penuh kharisma, Wakil Presiden Gibran Rakabuming tidak hanya menyapa hangat para pemuda, tetapi juga menitipkan pesan strategis yang menjadi perhatian publik nasional. Gibran menegaskan agar GPDI terus berkomitmen menjadi benteng utama dalam membekali para pemuda dengan iman yang kuat serta kepemimpinan yang berkarakter.
“Kalian adalah ujung tombak masa depan bangsa. Di tengah arus globalisasi dan tantangan disrupsi digital, pemuda harus memiliki fondasi spiritual yang kokoh dan jiwa kepemimpinan yang tangguh. Ini adalah kunci utama untuk menyongsong cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujar Gibran di hadapan puluhan ribu peserta yang menyimak dengan khidmat.
Keakraban yang Mencairkan Suasana
Tak hanya serius, momen kunjungan kerja tersebut juga diwarnai dengan keakraban yang hangat. Suasana semakin semarak ketika Gibran secara langsung memberikan hadiah apresiasi kepada lima perwakilan pemuda yang berkesempatan maju ke atas panggung. Kelima pemuda terpilih itu pun dengan percaya diri memperkenalkan diri dan membagikan pengalaman inspiratif mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan. Sesi interaktif ini menjadi titik cair yang membuat para pemuda merasa dekat dengan sosok pemimpin nasional, sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagi ribuan peserta lainnya.
Puncak Pembukaan: Dentuman Drum yang Menggugah
Puncak acara yang paling dinanti pun tiba. Pembukaan resmi Perkemahan Pemuda GPDI Sulawesi Utara secara simbolis ditandai dengan pemukulan snare drum oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Aksi pemukulan drum ini dilakukan dengan penuh semangat, didampingi langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus, Bupati Joune Ganda, serta jajaran pimpinan tertinggi GPDI. Dentuman drum tersebut tidak hanya menjadi tanda dimulainya kegiatan perkemahan, tetapi juga membangkitkan euforia massa yang memekikkan yel-yel semangat persatuan.
Sinergi Pemerintah dan Gereja untuk Rakyat
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang turut mendampingi sejak awal, menyampaikan kebanggaannya karena Kabupaten Minahasa Utara dipercaya menjadi tuan rumah bagi agenda nasional ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mendukung kegiatan pemuda berbasis iman ini merupakan bukti nyata sinergi positif antara pemerintah dan institusi keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Wapres. Ini adalah suntikan semangat luar biasa bagi generasi muda kami di Minahasa Utara. Semoga semangat persaudaraan dan iman yang dibangun di perkemahan ini mampu menjadi pondasi bagi pembangunan daerah ke depan,” tutur Bupati Joune Ganda.
Sementara itu, Ketua MD GPDI Sulut, Pdt. Yvonne Awuy-Lantu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Wakil Presiden. Ia berharap agar kunjungan bersejarah ini menjadi momentum kebangkitan rohani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pemuda Pantekosta di Sulawesi Utara, sehingga mampu menjadi terang dan teladan bagi masyarakat luas. Perkemahan yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan ini dipastikan akan diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan karakter, bakti sosial, dan pendalaman alkitab yang diikuti ribuan peserta. (*)