Jendelasulut.com — Kabupaten Minahasa Utara terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemerintahan yang inovatif dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Pada Rabu, 5 November 2025, Bupati Minahasa Utara, Dr.(Cand) Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., secara langsung memaparkan 4 inovasi daerah dan 3 inovasi unggulan yang menjadi andalan Kabupaten Minahasa Utara di hadapan tim penilai.
Pemaparan inovasi ini dipandu oleh Sekretaris BDKDN, DR. Noudy Tendean, serta dihadiri oleh tim penguji yang kompeten dari berbagai instansi, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Menkopolhukam, dan Kementerian Dalam Negeri. Kehadiran tim penguji dari berbagai latar belakang ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menilai inovasi-inovasi yang dihadirkan oleh daerah.
Usai memaparkan inovasi Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena Minahasa Utara terpilih sebagai salah satu kabupaten yang inovatif dalam pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Ia menekankan bahwa terpilihnya Minahasa Utara sebagai salah satu yang inovatif merupakan penghargaan dan kebanggaan yang patut disyukuri. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Minahasa Utara semakin berdaya saing, mengglobal, dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.
“Terpilih sebagai salah satu yang inovatif merupakan satu penghargaan dan kebanggaan yang patut disyukuri. Hal ini juga menjadi satu bukti Minahasa Utara makin berdaya saing, mengglobal dan diapresiasi pemerintah pusat,” ungkap Bupati Joune Ganda dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Bupati Joune Ganda menjelaskan bahwa empat inovasi daerah yang dipaparkan merupakan efek penguatan ekosistem inovasi daerah, yang meliputi:
1. Komitmen Kepala Daerah: Menunjukkan dukungan penuh dari pimpinan daerah dalam mendorong inovasi di semua sektor.
2. Manajerial: Menggambarkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien dalam mendukung implementasi inovasi.
3. Kesesuaian Inovasi Daerah terkait Isu Strategis dan Permasalahan Daerah: Menunjukkan bahwa inovasi yang dihadirkan relevan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi daerah.
4. Strategi Keberlanjutan Penerapan Inovasi Daerah: Menjamin bahwa inovasi yang diimplementasikan akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati Joune Ganda juga memaparkan tiga inovasi unggulan, yang terdiri dari inovasi non-digital dan dua pola inovasi digital, salah satunya adalah program SIGESIT (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat). Program ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
Innovative Government Award (IGA) merupakan program seleksi inovasi daerah yang diselenggarakan oleh Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Pada tahun 2025 ini, BSKDN menetapkan 8 pemerintah provinsi dan 24 pemerintah kabupaten/kota dari seluruh Indonesia yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi. Minahasa Utara menjadi salah satu kabupaten yang terpilih sebagai kabupaten inovatif.
Kabupaten Minahasa Utara dinilai oleh BSKDN sebagai salah satu kabupaten yang memiliki keunggulan inovasi dari 476 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa Minahasa Utara memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera melalui inovasi.
Partisipasi aktif dan komitmen tinggi dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam ajang IGA 2025 ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat. Dengan semangat inovasi, Minahasa Utara optimis dapat meraih apresiasi tertinggi di ajang IGA 2025 dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia.