Manado — Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, CHRMP., mengikuti Diskusi Terfokus (FGD) bertajuk “Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair” yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M. Tr. Opsla., melalui video conference (vicon) di Ruang Serbaguna Mako Lantamal VIII, Rabu (25/9).
FGD ini digelar untuk membahas perkembangan teknologi otonom dan dampaknya terhadap operasi maritim di Indonesia. Kasal dalam sambutannya menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara maritim terbesar di dunia, menghadapi tantangan strategis yang signifikan. Letak geografis dan kekayaan sumber daya laut menjadikan wilayah nusantara rentan terhadap berbagai ancaman keamanan maritim.
“Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong terjadinya revolusi peperangan modern secara signifikan,” ujar Kasal.
Melalui FGD ini, Kasal berharap para peserta dapat memahami perkembangan teknologi otonomi terkini, pengaruhnya terhadap peperangan modern, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan memberikan ide-ide inovatif untuk menemukan solusi optimal dalam memanfaatkan teknologi otonom guna meningkatkan pertahanan maritim Indonesia.
Danlantamal VIII, bersama para peserta lainnya, diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam diskusi ini. FGD ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi tantangan keamanan maritim di masa depan dan memastikan kedaulatan wilayah laut Indonesia tetap terjaga.
(Red/js)