Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Dari Level Bawah Menuju Puncak: Bupati Joune Ganda Pacu Inovasi dan Kemandirian Fiskal Minahasa Utara

569
×

Dari Level Bawah Menuju Puncak: Bupati Joune Ganda Pacu Inovasi dan Kemandirian Fiskal Minahasa Utara

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COM — Suasana di ruang penandatanganan itu penuh dengan tekad, bukan sekadar formalitas. Pada Senin, 26 Januari 2026, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, tidak hanya menandatangani dokumen-dokumen rutin. Ia meluncurkan sebuah mindset baru sekaligus garis start untuk lomba estafet yang lebih berat bagi jajarannya. Pesannya tegas dan berani: “Zona nyaman adalah musuh. Pencapaian tertinggi adalah satu-satunya opsi.”

Dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja, Pakta Integritas, dan Komitmen Kinerja Inovatif 2026, Bupati Joune Ganda mendeklarasikan sebuah era baru bagi kabupaten itu. “Kita ini sudah sering menang, sudah sering mendapat pengakuan,” ujarnya dengan nada percaya diri yang dibangun dari sejumlah tropi dan predikat. “Mohon maaf, Minahasa Utara bukan lagi di level bawah, tapi sudah di level tinggi. Karena itu, tidak mungkin lagi kita mundur.”

Pernyataan ini bukan sekadar motivasi semata. Ia adalah refleksi dari status terkini Minahasa Utara yang telah menyandang gelar “Kabupaten Sangat Inovatif”, sebuah kualifikasi yang menempatkannya di liga pemerintahan daerah yang progresif di Indonesia. Namun bagi Joune Ganda, gelar itu justru menjadi beban moral untuk tidak boleh turun kelas.

Inovasi yang Menyentuh dan Berkontribusi Nyata

Bupati Joune Ganda melihat bahwa medan pertarungan pembangunan telah berubah secara fundamental. “Tantangan kita tidak lagi berskala lokal, melainkan telah bersifat global,” tegasnya. Dalam konteks ini, ia menuntut setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadi “kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi hasil”. Tiga dokumen yang ditandatangani hari itu bukanlah sekadar kertas, melainkan “konstitusi kinerja” yang mengikat seluruh jajaran untuk bergerak dalam satu irama dan visi yang sama: pelayanan publik yang bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Inovasi yang Menyentuh dan Berkontribusi Nyata

Ganda lantas memecah konsep inovasi yang sering mengambang menjadi sesuatu yang sangat konkret. “Inovasi itu harus berdampak langsung,” paparnya dengan rinci. Dua tolok ukur utama ia sodorkan: pertama, manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam hal pelayanan. Kedua, harus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Lebih dari itu, ia mendorong pendekatan inovasi yang inklusif. “Jangan berinovasi di menara gading,” pesannya. Setiap OPD didorong untuk melibatkan masyarakat dalam proses merancang inovasi, memastikan bahwa tata kelola yang canggih tetap menyentuh akar rumput dan berbagai lapisan sosial.

Tantangan Besar: Melepaskan Ketergantungan, Meningkatkan Kemandirian Fiskal

Selain inovasi, Bupati Joune Ganda menancapkan pilar strategis kedua yang tak kalah penting: penguatan kemandirian fiskal. Dengan nada serius, ia menyampaikan harapan pemerintah pusat agar daerah mengurangi ketergantungan pada transfer dana dan secara agresif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini adalah tugas kolektif,” serunya. Ia memerintahkan semua OPD yang memiliki kontribusi terhadap PAD untuk memfokuskan energi mereka pada peningkatan pendapatan. Bahkan, langkah strategis telah disiapkan: Pemkab akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit potensi riil PAD. Hasil audit ini akan menjadi dasar ilmiah untuk menetapkan target yang lebih akurat, ambisius, namun realistis.

Pesan penutupnya keras dan penuh konsekuensi, layaknya seorang nahkoda yang memimpin kapal di laut berbadai. “Tidak ada jalan lain selain meningkatkan pendapatan daerah. Yang tidak mampu mencapai target, akan dievaluasi. Kita butuh orang-orang yang punya komitmen kuat untuk membawa Minahasa Utara semakin mandiri.”

Acara yang dimulai dengan tanda tangan itu berakhir dengan sebuah deklarasi perang melawan kemandekan. Bupati Joune Ganda telah menaikkan standar, mengubah narasi dari “berusaha naik” menjadi “mempertahankan puncak sambil terus mendaki gunung yang lebih tinggi”. Perjalanan Minahasa Utara pasca-2026 akan menjadi ujian nyata apakah komitmen di atas kertas hari ini dapat diubah menjadi lompatan kinerja dan kemandirian yang riil di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *