Jendelasut.com, MANADO — Debat kedua pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung sengit di Wale Ne Tou Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (23/10). Dengan tema meliputi pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, kesejahteraan dan inklusi sosial, perlindungan perempuan anak dan penyandang disabilitas, penguatan demokrasi lokal, hukum dan ham, budaya kearifan lokal dan masyarakat adat, masing-masing paslon memaparkan visi dan misi mereka.
Paslon nomor urut 1, Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay (YSK-Victory), mengungkapkan bahwa pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama mereka. “Ibarat sepak bola, budaya adalah pertahanan, daya saing adalah penyerang, dan kesejahteraan adalah golnya. Tentu saja pemain harus sehat, memiliki stamina, skill, dan secara tim harus ada kerja sama dan strategi,” ujar YSK.
Lebih lanjut, YSK-Victory menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai kunci menuju kesejahteraan. Mereka berjanji untuk meningkatkan sarana infrastruktur pendidikan dan kesehatan, serta memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu dan berprestasi. YSK-Victory juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga medis melalui program pelatihan dan peningkatan kualitas.
“Sulut juga harus unggul dalam bidang olahraga. Beberapa tahun ke depan akan dilaksanakan PON. Kita siap menyambut menjadi tuan rumah. Kami pasti akan memperbaiki sarana prasarana olahraga. Kita akan bina, dilatih kembali agar ke depan siap menghadapi PON bahkan SeaGames,” tegas YSK.
Paslon ini juga menyinggung pentingnya pelestarian budaya kearifan lokal. “Kami sangat peduli dengan pelestarian budaya,” tambah YSK.
Debat ini menjadi ajang bagi para calon untuk menunjukkan visi dan misi mereka dalam membangun Sulut ke depan. Publik pun dapat menilai dan memilih pemimpin yang dianggap paling tepat untuk memajukan daerah ini. (rinto)