MINUT, JENDELASULUT.COM — Sinergi apik antara Dinas Perhubungan (Dishub) Minahasa Utara, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, dan Bea Cukai Kanwil Sulawesi Utara kembali membuahkan hasil gemilang. Pada tanggal 31 Desember 2025, tim gabungan ini berhasil mengungkap dua kasus penindakan barang muatan ilegal yang mencoba masuk melalui perairan Minahasa Utara. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Dishub Minahasa Utara dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan, serta mendukung program pemerintah dalam memberantas penyelundupan.
Penindakan pertama dilakukan terhadap KMP Tarusi yang sedang berlabuh di Pelabuhan Munthe, Likupang. Berkat informasi intelijen yang akurat dan koordinasi yang baik dengan Dishub Minahasa Utara, tim gabungan berhasil mengamankan 98 koli obat-obatan ayam ilegal berbagai merek. Nilai total barang temuan ini diperkirakan mencapai Rp 1.124.572.200, dengan potensi kerugian negara akibat tidak membayar bea masuk sebesar Rp 286.484.768.
Penindakan kedua dilakukan terhadap sebuah taxi boat di perairan sekitar alur masuk pelayaran Bitung. Tim QR-8 Koarmada II yang bekerja sama dengan Dishub Minahasa Utara berhasil menemukan barang muatan ilegal dari Filipina berupa 244 ekor ayam ras Filipina, dua dos dan satu kotak minuman keras merk Tanduay Rhum, serta dua kotak minuman keras merk Bargin Lime. Nilai total barang muatan ini diperkirakan mencapai Rp 1.224.500.000, dengan potensi kerugian negara akibat tidak membayar bea masuk sebesar Rp 154.500.000.
“Bertempat di Kodaeral VIII pada Rabu, 31 Desember 2025, Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr. Opsla., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI AL, Bea Cukai, dan Dishub Minahasa Utara. Beliau menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata kerja sama yang solid, dan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dalam memberantas kegiatan ilegal di wilayah perairan.”
Dengan keberhasilan ini, Dishub Minahasa Utara semakin menunjukkan perannya yang vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan. Diharapkan, sinergi yang baik antara Dishub Minahasa Utara, TNI AL, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan wilayah perairan yang aman, tertib, dan bebas dari kegiatan ilegal.