Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Gempa Susulan M 5,5 Terjadi, BPBD Minut Aktifkan Pusdalops-PB untuk Tanggap Darurat

176
×

Gempa Susulan M 5,5 Terjadi, BPBD Minut Aktifkan Pusdalops-PB untuk Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini

MINUT, JENDELASULUT.COM — Warga Sulawesi Utara dikejutkan oleh gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, pada Kamis pagi, 2 April 2026. Guncangan keras yang berlangsung selama 10 hingga 20 detik ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, memicu evakuasi massal di sejumlah wilayah pesisir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, tepatnya di laut sejauh 127 kilometer tenggara Kota Bitung, dengan kedalaman 62 kilometer. Gempa utama terjadi pada pukul 06:48:16 WITA dan dirasakan sangat kuat, menyebabkan kepanikan warga di Kabupaten Minahasa Utara, Bitung, hingga Manado.

✅ Peringatan Tsunami dan Evakuasi

Mengingat parameter gempa yang dangkal dan magnitudo besar, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Masyarakat diperingatkan bahwa waktu tiba gelombang dapat berbeda di setiap daerah, dan gelombang pertama belum tentu yang terbesar.

Berdasarkan status yang dikeluarkan BMKG, beberapa daerah masuk dalam status SIAGA (berpotensi tsunami dengan ketinggian signifikan) dan WASPADA:

· Status SIAGA (diarahkan untuk evakuasi menyeluruh): Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore (Maluku Utara), serta Kota Bitung, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara bagian selatan.

· Status WASPADA (diarahkan menjauhi pantai): Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Warga diimbau untuk tidak panik, namun segera berlindung ke lokasi evakuasi yang telah ditentukan.

✅ Gempa Susulan dan Dampak Awal

Hingga pukul 08.00 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara melaporkan bahwa belum ada informasi mengenai kerusakan signifikan pada bangunan maupun infrastruktur. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan.

Satu jam setelah gempa utama, tepatnya pukul 07:07:23 WITA, tercatat terjadi gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 5,5. Episenter susulan berada di koordinat 1,15 LU dan 126,47 BT dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa susulan ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap dapat dirasakan dan berpotensi menyebabkan keretakan tambahan pada bangunan yang telah terdampak.

✅ Koordinasi dan Langkah Tanggap Darurat

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Minahasa Utara telah mengaktifkan seluruh posko dan mengirimkan laporan kepada jajaran terkait, termasuk Kepala BNPB, Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Minahasa Utara, serta instansi teknis lainnya.

Petugas piket yang bertugas, terdiri dari Daniel Sumolang, Kresi Toneng, Falentino Alinise, Mario Intama, dan Devid Wentuk, terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah terpancing informasi hoaks.

✅ Kontak dan Informasi Lebih Lanjut

BPBD Kabupaten Minahasa Utara mengimbau warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan dampak kerusakan untuk menghubungi:

· Call Center Bebas Biaya: 117 atau 112
· WhatsApp: 0813-8000-7460
· Frekuensi Radio Darurat: 173.900 MHz
· Aplikasi SiGesit: (tautan tersedia di kanal resmi BPBD)
· Media Sosial: Instagram @bpbdminut atau Facebook BPBD Minut

“Salam tangguh, salam kemanusiaan,” demikian penutup laporan resmi dari BPBD Kabupaten Minahasa Utara. Laporan situasi akan terus diperbarui seiring berkembangnya informasi di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *