Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Heboh! Di Saat Banyak Daerah Stagnan, Kepemimpinan JG-KWL Bikin Investasi Minut Melonjak 40% – Ini Rahasia ‘Karpet Merah’ Digitalnya

337
×

Heboh! Di Saat Banyak Daerah Stagnan, Kepemimpinan JG-KWL Bikin Investasi Minut Melonjak 40% – Ini Rahasia ‘Karpet Merah’ Digitalnya

Sebarkan artikel ini

Minahasa Utara — Di tengah ancaman resesi global dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang tengah berlangsung, Kabupaten Minahasa Utara justru menunjukkan performa menggembirakan di sektor investasi. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H. (disingkat JG-KWL), geliat investasi di daerah yang dikenal sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan ekonomi timur Indonesia ini terus tumbuh positif.

Hal ini menjadi perhatian publik karena kontras dengan situasi ekonomi nasional yang masih dibayangi ketidakpastian. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Minahasa Utara, Richard J.H. Dondokambey, S.S.T.P., M.A.P., secara resmi merilis data realisasi investasi Triwulan I (TW I) Tahun 2026 kepada media pada Selasa (5/4/2026).

Capaian Investasi TW I 2026: Hampir 40 Persen Target Tahunan ✔

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh pria yang akrab disapa Ichad, realisasi investasi Kabupaten Minahasa Utara pada periode Januari-Maret 2026 mencapai angka fantastis, yakni Rp779.180.472.263. Angka ini setara dengan 39,95 persen dari target investasi tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp1.950.000.000.000.

“Presentase nilai realisasi investasi TW I Tahun 2026 sebesar 39,95 persen. Ini capaian yang sangat baik mengingat baru tiga bulan pertama tahun berjalan,” jelas Ichad dengan nada optimistis.

Menarik untuk dicatat, target investasi Kabupaten Minahasa Utara untuk tahun 2025 dan 2026 — yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara — berada di angka yang sama, yaitu Rp1,95 triliun. Dengan capaian awal tahun ini, pemerintah daerah optimistis target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi bahkan akan terlampaui seperti dua tahun sebelumnya.

Rincian Proyek dan Serapan Tenaga Kerja ✔

Ichad merinci bahwa total proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang tercatat pada TW I 2026 mencapai 530 proyek. Rinciannya:

· PMDN: 437 proyek (dominan dari investor lokal)
· PMA: 93 proyek (investasi dari mancanegara)

Dari sekian banyak proyek yang berjalan, total serapan tenaga kerja baik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun Tenaga Kerja Asing (TKA) mencapai 773 orang, dengan komposisi:

· TKI: 474 orang
· TKA: 299 orang

Meskipun angka TKA tergolong signifikan, Ichad menegaskan bahwa keberadaan tenaga kerja asing terbatas pada posisi-posisi tertentu yang membutuhkan keahlian khusus, terutama di sektor pertambangan dan energi, sementara tenaga kerja lokal tetap mendominasi lapangan pekerjaan yang tersedia.

Lima Sektor Usaha Dominan ✔

Dari data yang dihimpun DPM-PTSP Minut, terdapat 5 sektor usaha terbesar yang menjadi motor penggerak investasi pada TW I 2026:

1. Pertambangan – Rp429.976.888.082
Sektor ini masih menjadi primadona utama investasi di Minahasa Utara, didukung oleh potensi tambang mineral dan material bangunan yang melimpah.

2. Listrik, Gas, dan Air – Rp141.896.532.383
Investasi di sektor energi dan utilitas publik meningkat pesat seiring kebutuhan industri dan pemukiman yang terus berkembang.

3. Hotel dan Restoran – Rp75.532.597.000
Pariwisata mulai bangkit pasca-pandemi, ditopang oleh keberadaan bandara internasional dan destinasi wisata bahari yang terkenal hingga mancanegara.

4. Industri Makanan – Rp42.128.495.828
Sektor ini menunjukkan pertumbuhan berkat dukungan terhadap ketahanan pangan dan hilirisasi produk pertanian serta perikanan lokal.

5. Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran – Rp38.725.382.686
Permintaan lahan hunian dan komersial terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi.

Tiga Negara dengan Investasi Asing Terbesar ✔

Dari sisi Penanaman Modal Asing, ada tiga negara yang menjadi penyumbang utama investasi di Minahasa Utara pada awal tahun 2026:

· Singapura – Rp435.617.086.136 (mendominasi dengan selisih yang sangat jauh)

· Hongkong (RRT) – Rp10.960.881.137

· Republik Rakyat Tiongkok – Rp4.630.967.936

Total nilai investasi dari ketiga negara tersebut mencapai lebih dari Rp451 miliar, dengan Singapura sebagai mitra strategis utama yang terus menunjukkan kepercayaannya terhadap iklim investasi di Minahasa Utara.

Kebijakan “Karpet Merah” Digital Jadi Kunci Sukses ✔

Menurut Ichad, capaian investasi yang selalu tumbuh positif bahkan kerap melebihi target selama tiga tahun terakhir ini tidak terlepas dari arahan dan kebijakan strategis Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung. Pemerintah daerah menerapkan kebijakan pelayanan prioritas yang dikenal dengan istilah “Karpet Merah” berbasis digital.

“Pelayanan yang profesional, akuntabel, dan bebas pungutan liar (pungli) bagi para pelaku usaha menjadi komitmen utama kami. Semua proses pengurusan administrasi dilakukan secara transparan dan cepat,” tegas Ichad.

Sistem perizinan digital yang terintegrasi telah memangkas waktu pengurusan dokumen dari yang sebelumnya berhari-hari menjadi hanya hitungan jam. Hal ini disambut positif oleh para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Bupati Joune Ganda: Optimistis dan Beri Peringatan Tegas ✔

Secara terpisah, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, menyambut baik rilis data tersebut. Dengan nada optimistis, ia menilai capaian realisasi investasi pada TW I yang mencapai hampir 40 persen adalah sinyal kuat bahwa Minahasa Utara tetap menjadi salah satu “Daerah Cepat Tumbuh” di Sulawesi Utara.

“Ini menjadi gambaran umum bahwa Kabupaten Minahasa Utara masih sangat dilirik oleh para pemodal, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menanamkan modalnya,” ujar Joune Ganda.

Ia menambahkan bahwa capaian ini semakin memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sulawesi Utara, bahkan cukup diperhitungkan di tingkat nasional. Menurutnya, stabilitas iklim usaha dan kemudahan pelayanan — khususnya melalui DPM-PTSP yang tersentral di Mal Pelayanan Publik (MPP) — menjadi faktor pendukung utama.

“Keberadaan Mal Pelayanan Publik adalah upaya strategis kami. Semua pengurusan perizinan dan administrasi lainnya dapat dilakukan secara cepat di satu tempat. Tidak perlu bolak-balik ke berbagai instansi,” jelas bupati.

Dengan capaian TW I yang sudah menyentuh angka 40 persen, Joune Ganda meyakini bahwa realisasi investasi tahun 2026 akan mencapai target, atau bahkan melampauinya seperti yang terjadi pada dua tahun sebelumnya.

Namun, di tengah euforia capaian positif ini, bupati memberikan peringatan tegas kepada jajaran terkait. Ia mengingatkan agar seluruh aparatur terus memberikan kemudahan pelayanan kepada investor, dan sebaliknya, menghindari sistem birokrasi yang rumit serta tindakan pungli.

“Saya ingatkan sekali lagi: hindari pungli. Tindakan seperti itu dipastikan akan menghambat investasi masuk ke Minahasa Utara. Siapapun yang terlibat akan kami tindak tegas,” tukas Joune Ganda dengan nada serius.

Catatan Publik ✔

Keberhasilan ini menjadi perhatian publik karena di saat banyak daerah lain mengalami stagnasi bahkan penurunan investasi akibat kebijakan efisiensi anggaran dan tekanan ekonomi global, Minahasa Utara justru membuktikan diri sebagai daerah yang tangguh dan ramah investasi. Kombinasi antara kepemimpinan visioner, inovasi layanan publik, dan infrastruktur yang terus dibenahi menjadi resep sukses yang patut diacungi jempol. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *